Wabup Sedana Arta saat memberikan kuliah umum dalam rangka peningkatan kapasitas perbekel se-Kabupaten Bangli, di Gedung BMB Kantor Bupati Bangli
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Bangli, balipuspanews.com – Maraknya permasalahan sosial yang terjadi di Kabupaten Bangli, seperti kasus bunuh diri dan kekerasan dalam rumah tangga, mendapat atensi khusus dari Wakil Bupati (Wabup) Bangli Sang Nyoman Sedana Arta.

Apalagi yang teranyar kembali terjadi kasus penganiayaan yang dilakukan oleh seorang anak kepada ibunya di wilayah Kintamani.

“Kita minta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya perbekel tidak hanya memikirkan pembangunan fisik di desa. Tetapi pembangunan non fisik seperti pembangunan mental dan kesadaran masyarakat juga harus mendapat perhatian. Jangan sampai kasus-kasus kekerasan seperti ini selalu menghiasi pemberitaan di Kabupaten Bangli,” katanya.

Hal ini ditegaskan Wabup Sedana Arta saat memberikan kuliah umum dalam rangka peningkatan kapasitas perbekel se-Kabupaten Bangli, di Gedung BMB Kantor Bupati Bangli, Jumat (2/2).

Lebih lanjut Wabup Sedana Arta menekankan, berdasarkan penelusuran, muculnya kasus sosial di Bangli kebanyakan disebabkan oleh hal yang sepele. Misalkan karena tidak dibelikan HP atau dilarang pacaran anak bunuh diri. Karena saling pandang, mengakibatkan perkelahian dan masih banyak kejadian lainnya karena hal yang sangat sepele.

Untuk itu Wabup Sedana Arta minta perbekel tidak hanya memperhatikan pembangunan fisik semata, tetapi pembangunan mental masyarakat khususnya generasi muda juga harus diperhatikan.

Caranya, buat program pemberdayaan berupa penyuluhan-penyuluhan. Untuk penyuluhan rohani datangkan narasumber dari Parisadha Hindu Dharma (PHDI). Untuk adat datangkan narasumber dari Majelis Madya.

Untuk  keamanan dan ketertiban masyarakat (Kambitmas) datangkan narasumber dari Kepolisian maupun TNI. Bila perlu sesekali waktu undang Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) sebagai narasumber.

“Intinya kita ingin kasus sosial di Bangli bisa dikurangi. Bahkan kalau mungkin bisa dinolkan,” jelasnya.

Terkait dengan pembangunan pariwisata di Kabupaten Bangli, Wabup Sedana Arta mengaku kecewa karena dalam pembahasan di provinsi, hanya Kabupaten Bangli yang tidak dimasukkan dalam pengembangan kawasan pariwisata. Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya akan menghadap ke DPRD provinsi agar Kabupaten Bangli dimasukkan dalam kawasan pengembangan  pariwisata Bali.

Lanjut Wabup Sedana Arta menyebutkan, Bangli memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan menjadi kawasan pariwisata.  Masalah  dikembangkan tahun ini atau lima tahun lagi, itu bukan masalah. Yang terpenting  rumah besarnya ada, Bangli masuk kawasan pariwisata. Agar suatu ketika ada investasi yang cukup besar masuk ke Bangli, tentu ini yang akan menjadi pertanyaan pertama kali.

“Kalau Bangli masuk kawasan pariwisata, tentu kita tidak akan kesulitan mendatangkan investor,” katanya.

Advertisement

Tinggalkan Komentar...