Wabup Kembang Tekankan Pemilihan Bendesa Dengan Cara Musyawarah

- Advertisement -
- Advertisement -

NEGARA, balipupuspanews.com- Terpilihnya I Nengah Subagia sebagai bendesa adat Desa Adat Baler Bale Agung , Negara dengan musyawarah mufakat mendapat apresiasi dari Wakil Bupati (Wabup) Jembrana I Made Kembang Hartawan.

Wabup Kembang menekankan agar pemilihan bendesa di desa adat lainya juga mengedepankan mengunakan cara musyawarah mufakat atau tidak dengan voting.

Penekanan itu disamapikan Wabup Kembang pada acara pengukuan I Nengah Subagia yang juga sebagai Ketua Majelis Madya Desa Pakraman Jembrana, Kamis (12/12).

Di Balai Pertemuan Kantor Lurah Baler Bale Agung dengan disaksikan Anggota DPRD Provinsi Bali Dapil Jembrana I Ketut Sugiasa, Anggota Dewan DPRD Jembrana I Ketut Sudiasa, Camat Negara I Wayan Andy Suka Anjasmara, Perwakilan Kementrian Agama Jembrana, Perwakilan PHDI Jembrana, Lurah Baler Bale Agung  Ida Bagus Gede Ananda Kusuma beserta masyarakat Desa Adat Baler Bale Agung.

Wabup  Kembang Hartawan  menyampaikan terima kasih terhadap panitia pelaksanaan pengukuhan berjalan lancar termasuk saat pemilihan yang menggunakan sistem musyawarah/mufakat yang melibatkan seluruh masyarakat BB Agung bukan melalui votting.

“Sesuai dengan Perda provinsi Bali No. 4 tahun 2019 tentang desa adat , pemilihan bendesa hendaknya mengedepankan musyawarah mufakat.  Artinya  segala perbedaan pendapat berhasil disatukan  bukan menggunakan  sistem  votting, namun secara kekeluargaan dengan melakukan musyawarah bersama sebagai wujud kedewasaan dalam  berdemokrasi. Ini yang luar biasa sekaligus membanggakan , “ujarnya.

BACA :  Harumkan Nama Jembrana, Lima Siswa SMAN 1 Negara Raih Silver Medal di Malaysia

Kembang juga mengatakan nilai –nilai luhur musyawarah mufakat sebagai  identitas bangsa Indonesia  yang juga tertuang dalam dasar negara  Pancasila dan juga sesuai dengan apa yang pernah disampaikan  founding father Bung Karno.

Bahwa sistem demokrasi yang paling tepat untuk bangsa Indonesia   adalah demokrasi yang berjiwa gotong royong, menjunjung tinggi musyawarah bukan demokrasi  yang dibeli ataupun  demokrasi ala barat.

“Semangat ini yang patut kita teladani , karena musyawarah bersama adalah karakter asli bangsa kita. Semoga bisa diikuti desa adat lainnya yang ada di Kabupaten Jembrana, “ungkapnya.

Kembang juga berharap peran bendesa untuk bekerja keras ,  menyatukan umat, ditengah peran desa adat yang makin kompleks. Bendesa terpilih juga dimintanya harus mampu  merangkul semua krama desa pekraman khusunya generasi muda hindu yang ada didesa adat untuk ikut terus aktif dalam kegaiatan adat yang diselenggarakan di desa .

“Bendesa harus bisa merangkul dan menjadi panutan yang baik bagi masyarakat. Mari rangkul bersama-sama untuk memperkuat dan memajukan Desa Pekraman,” termasuk membina hubungan yang harmonis ddengan pihak desa dinas , “ pungkasnya.(nm/bpn/tim)

BACA :  Bupati Kembang Tinjau Rehabilitasi Sejumlah Sekolah di Jembrana
Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular