Waspada Kasus PMK, Pemerintah Buleleng Minta Peternak Tingkatkan Ini

- Advertisement -
- Advertisement -

BULELENG, balipuspanews.com – Belakangan ini kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak merebak di Jawa Timur. Sehingga melihat fenomena itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Dinas Pertanian meminta peternak agar lebih waspada dan memperhatikan tingkat kebersihan kandang serta ternak yang dipelihara.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng, I Made Sumiarta mengatakan meski di Buleleng belum ada ditemukan dan belum menerima laporan hewan ternak yang terkena penyakit PMK.

Pihaknya tetap meminta para peternakagar selalu waspada sebab penyakit PMK tersebut biasanya menyerang hewan ternak seperti sapi, babi, domba, kambing, hingga kerbau.

Bahkan diakuinya jika pemerintah sudah mulai mensosialisasikan bahaya penyakit ini kepada pelaku usaha bidang peternakan agar meningkatkan biosafety dan biosecurity.

Termasuk kelompok peternak juga tidak luput diminta untuk bergerak melaksanakan deteksi dini dan pelaporan cepat. Sementara pihaknya mencegah masuknya hewan ternak dari luar daerah.

“Peternak maupun pelaku usaha bidang pengolahan daging dan petugas kesehatan hewan kami juga minta melakukan pencegahan dini,” jelasnya saat dikonfirmasi Kamis (12/5/2022).

BACA :  Komisi III DPR Dukung Proses Hukum Pelaku Eksploitasi Anak Ikut Demo 27 Agustus

Saat ditanyakan soal ciri-ciri ternak yang terjangkit PMK, pihaknya memaparkan salah satunya hewan mengalami demam tinggi hingga 39 derajat celcius. Air liur hewan berlebihan dan berbusa. Muncul luka melepuh di lidah dan di mukosa rongga mulut.

Hewan mengalami pincang, luka pada kaki dan terjadi lepas kuku pada beberapa ekor sapi. Tidak mau makan, gemetar atau sulit berdiri, dan bernapas dengan cepat.

“Kami mohon masyarakat juga melapor apabila menemukan hewan ternak yang mengalami gejala PMK diminta segera melapor,” terangnya.

Perlu diketahui jumlah populasi sapi dan babi di Buleleng menjadi salah satu hewan cukup tinggi dipelihara oleh para peternak. Itu terlihat dari data yang diberikan distan total ada sapi baik jantan maupun betina mencapai 153 ekor, babi bali 45.505 ekor, babi saddleback 41.256 ekor, dan babi landris 20.165 ekor.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular