Penipuan ilustrasi police line
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews. com – Kasubdit V Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda Bali AKBP Gusti Ayu Putu Suinaci mengklaim, selama Bulan Oktober selama 2019, Dit Reskrimsus Polda Bali menerima 360 laporan masyarakat maraknya aksi penipuan online.

Diungkapkanya, kasus penipuan online ini sudah terjadi sejak tahun 2018. Dimana ada 819 kasus yang ditangani oleh unit Cyber Crime dan hampir 50 persen kasus penipuan on line.

“Jadi, hingga Oktober tahun 2019 ini ada sekitar 700 kasus Cyber Crime dan 50 persen kasus penipuan online,” ungkap mantan Kapolsek Denpasar Barat itu.

Media sosial seperti facebook dan instagram dan juga aplikasi jual beli atau E-Commerce, diakuinya kerap dijadikan ajang penipuan online. Salah satu yang paling menonjol adalah jual beli Iphone.

Modusnya, para pelaku menawarkan Iphone dengan harga murah sehingga korbanya tertarik membeli dengan jumlah yang banyak.

Biasanya setelah para korbannya mentransfer uang, pelaku menghilang.

“Heran juga, hari gini ada orang menawarkan harga murah. Contohnya, I Phone X masak iya dijual Rp 5 juta. Bahkan korban beli bisa lebih dari satu,” tambahnya.

Yang menarik dari kasus penipuan online ini, kata AKBP Suinaci, para pelaku sering mengaku-ngaku pegawai PT Freeport.

Bahkan, mereka mencari sasaran lewat perkenalan di medsos hingga mengajak pacaran.

Tak jarang, setelah korban terjebak, pelaku minta pinjaman uang dalam jumlah besar kepada korban dengan alibi jika gajinya di Freeport yang dalam bentuk mata uang dolar belum dicairkan. Setelah korban mentransfer uangnya, pelaku menghilang dan memutus komunikasi.

“Ada pelaku yang mengaku sebagai pegawai Freeport. Kemudian ajak korban pacaran lalu meminta pinjaman uang. Setelah pinjaman diberikan, pelaku menghilang,” terangnya.

Untuk itu, AKBP Suinaci berharap agar masyarakat lebih berhati-hati jika ada penawaran jualan barang dengan harga murah hingga setengah lebih murah dari harga asli. (pl/bpn/tim)