YGTS Pura Gunung Salak Gelar Rapat Pleno Perdana Tahun 2026

- Advertisement -
- Advertisement -

BOGOR, balipuspanews.com – Yayasan Giri Taman Sari (YGTS) menggelar Rapat Pleno di Wantilan Parahyangan Agung Jagatkartta (PAJK), Bogor, Minggu (26/4/2026).

Rapat pleno menghadirkan Ketua dan Anggota Dewan Pembina YGTS, Ketua & Anggota Pengawas YGTS, Pengurus Harian YGTS, Ketua Banjar SDHD (Suka Duka Hindu Dharma) se-Jakjaban (Jakarta, Jawa Barat & Banten).

Rapat juga melibatkan Ketua & Anggota Tim ad hoc Pembangunan PAJK (Parahyangan Agung Jagatkartta).

Ketua Umum YGTS I Gede Darmayusa memaparkan rapat pleno YGTS yang pertama di tahun 2026 membahas agenda utama yang terdiri empat hal. Pertama, evaluasi program YGTS tahun 2025.

Kedua, program pembangunan di Parahyangan Agung Jagatkartta yang sedang dikerjakan maupun yang direncanakan, seperti penyengker (pagar) di sisi Barat.

Kemudian yang ketiga, membahas mengenai dudonan (susunan) upakara (persembahan suci bebantenan) dan upacara (ritual) yang akan distandarkan sesuai dengan hasil nangkil (kunjungan) ke Griya di Desa Aan, Klungkung, Bali.

Terakhir, membahas keputusan mengenai kepanitiaan Pujawali/Piodalan (Hari Ulang Tahun Pura) PAJK yang ke-21 (Purnama sasih katiga, Kamis, 27 Agustus mendatang) yang diketuai oleh Ketua Banjar SDHD Kota Bogor.

BACA :  Validasi 1459 Pemilih TMS, KPU Badung Temukan 44 Pemilih MD Masih Tercatat sebagai Anggota Parpol

Acara berakhir pukul 13.00 WIB dan dilanjutkan dengan makan siang bersama.

Untuk diketahui Yayasan Giri Taman Sari adalah pengelola Parahyangan Agung Jagatkartta atau Pura Gunung Salak.

PAJK dikukuhkan sebagai salah satu Padma Bhuana Nusantara, yang melambangkan Dewata Nawa Sanga (sembilan penjuru arah mata angin). Pura ini juga dikenal sebagai Pura terbesar di Jawa Barat dan terbesar kedua di Indonesia setelah Pura Besakih, yang terletak di kaki/lereng Gunung Salak.

Terletak di Jalan Gn. Malang, Desa Warung Loa, Ciapus, Sukajadi, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jarak dari Jakarta ke Pura sekira 70 km. Rata-rata waktu perjalanan dengan kendaraan dari Jakarta ditempuh sekira 2 atau 3 jam.

PAJK dalam perkembangannya kelak menjadi tempat pendidikan bagi Pinandita/pemangku dan generasi muda Hindu.

Didirikan di atas lahan seluas 48.580 m². Pembangunannya dimulai tahun 1995 dan diresmikan tahun 2005, didirikan di dekat petilasan Prabu Siliwangi. PAJK merupakan Pura terbesar di Pulau Jawa dan Pura terbesar kedua dii Indonesia setelah Pura Besakih di Bali.

BACA :  Bupati Sanjaya Buka Pangkung Karung Kite Festival III, Tabanan Didorong Jadi Pusat Berkumpulnya Berbagai Komunitas

PAJK juga menjadi simbol pemersatu umat Hindu, terutama umat Hindu di Jakarta, Jawa Barat dan Banten (JakJabaBan).

Penulis : Hardianto
Editor : Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular