BOLA, balipuspanews.com– Timnas Argentina harus mengakhiri kiprahnya sebagai runner-up Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-1 dari Spanyol pada partai final di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Senin (20/7/2026).
Selain gagal mempertahankan gelar, Albiceleste juga mencatat statistik yang tidak biasa sepanjang pertandingan.
Berdasarkan data statistik resmi FIFA, Argentina tidak mampu melepaskan satu pun tembakan yang mengarah tepat ke gawang (shots on target) selama 120 menit pertandingan, termasuk babak tambahan waktu. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyulitkan tim asuhan Lionel Scaloni untuk mencetak gol ke gawang Spanyol.
Sepanjang laga, Spanyol tampil dominan dalam penguasaan bola dan lebih sering mengendalikan jalannya pertandingan.
Dominasi Spanyol pada partai final juga tercermin dari statistik pertandingan. La Roja unggul dalam penguasaan bola dengan 68 persen, berbanding 32 persen milik Argentina.
Tim asuhan Luis de la Fuente juga membukukan 803 operan dengan tingkat akurasi mencapai 90 persen, sementara Argentina mencatatkan 445 operan dengan akurasi 78 persen.
Dari sisi peluang, Spanyol tampil lebih agresif dengan melepaskan 20 tembakan, termasuk 11 tembakan tepat sasaran. Sebaliknya, Argentina hanya mampu mencatatkan 3 tembakan dan tidak satu pun mengarah ke gawang, sehingga kiper Unai Simón tidak dipaksa melakukan penyelamatan sepanjang pertandingan.
Dalam aspek disiplin, wasit mengeluarkan 5 kartu kuning untuk pemain Argentina dan 1 kartu merahselama laga berlangsung.
Sementara itu, lini belakang Spanyol kembali menunjukkan konsistensinya sepanjang turnamen. Solidnya organisasi pertahanan membuat kiper Unai Simón tidak dipaksa melakukan penyelamatan dari tembakan tepat sasaran lawan selama pertandingan final.
Statistik tanpa tembakan tepat sasaran dari Argentina turut menggambarkan efektivitas sistem bertahan Spanyol pada laga puncak. Hingga akhir turnamen, La Roja hanya kebobolan satu gol dan membukukan tujuh clean sheet dari delapan pertandingan, menjadikannya salah satu tim dengan performa defensif terbaik dalam sejarah Piala Dunia.
Statistik tersebut menggambarkan ketatnya persaingan kedua tim hingga pertandingan harus ditentukan melalui babak tambahan waktu, sebelum Ferran Torres mencetak gol kemenangan pada menit ke-106.
Keunggulan statistik tersebut menjadi cerminan efektivitas permainan Spanyol yang mampu mengontrol jalannya pertandingan sekaligus mempertahankan konsistensi lini belakang.
Penulis: Gde Candra
Editor: Oka Suryawan




