DENPASAR, balipuspanews.com – Relevansi nilai-nilai Marhaenisme di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial menjadi fokus pembahasan dalam forum bedah buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z. Diskusi tersebut mengangkat pentingnya membangun nalar kritis, budaya literasi, dan wawasan kebangsaan bagi generasi muda.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan generasi muda untuk memperluas wawasan serta menguatkan pemikiran kritis dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di era modern.
Forum tersebut menghadirkan akademisi sekaligus pengamat politik Rocky Gerung dan dosen Universitas Airlangga Pribadi sebagai pembahas. Gubernur Bali Wayan Koster turut hadir dan menyampaikan pandangannya mengenai nilai-nilai kebangsaan dalam menghadapi perubahan zaman.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati Pusat Denpasar mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab membangun karakter, integritas, dan budaya intelektual generasi muda.
Menurutnya, kampus tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang lahirnya gagasan yang dapat memberikan solusi terhadap berbagai persoalan bangsa.
Diskusi yang dimoderatori Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar, Prof. Dr. I Ketut Sukewati Lanang P. Perbawa, S.H., M.Hum., berlangsung interaktif dengan membahas relevansi Marhaenisme di tengah perkembangan teknologi dan dinamika sosial yang dihadapi Generasi Z.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Bali, Wayan Koster menekankan pentingnya nilai kebangsaan, semangat gotong royong, dan keberpihakan kepada masyarakat sebagai fondasi membangun generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Sementara itu, Rocky Gerung dan Airlangga Pribadi mengulas Marhaenisme sebagai gagasan yang dinilai masih memiliki relevansi dalam menjawab berbagai tantangan masa kini.
Menurut keduanya, nilai keadilan sosial, kemandirian, keberpihakan kepada rakyat, dan semangat membangun bangsa tetap penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi.
Pembahasan juga menyoroti tantangan yang dihadapi Generasi Z, mulai dari derasnya digitalisasi, perubahan pola komunikasi, hingga pentingnya memperkuat budaya literasi dan kemampuan berpikir kritis.
Para pembahas menilai generasi muda perlu memiliki kemampuan menganalisis informasi secara objektif serta menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.
Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta yang terdiri atas sivitas akademika Universitas Mahasaraswati Denpasar dan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di Bali.
Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai penerapan nilai-nilai Marhaenisme dalam konteks kehidupan generasi muda saat ini.
Melalui forum tersebut, penyelenggara berharap diskusi dapat menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus mendorong generasi muda memperkuat wawasan kebangsaan, budaya literasi, dan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Penulis: Gde Candra
Editor: Oka Suryawan




