Selasa, Juli 16, 2024
BerandaBuleleng155 Pejabat Dilantik, Pj Bupati Buleleng Tekankan Target Kinerja

155 Pejabat Dilantik, Pj Bupati Buleleng Tekankan Target Kinerja

BULELENG, balipuspanews.com – Penjabat (Pj) Bupati Ketut Lihadnyana melantik pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas untuk mengisi kekosongan jabatan di lingkungan pemerintah kabupaten Buleleng. Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan berlangsung di Lobi Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, Jumat (21/6/2024).

Sebanyak enam pejabat pimpinan tinggi pratama, 57 pejabat administrasi, dan 89 pejabat pengawas diisi melalui sistem manajemen talenta. Usai mengucapkan selamat kepada para pejabat, Lihadnyana berpesan agar mereka memiliki tolak ukur yakni kinerja. Inovasi yang nantinya akan dibuat diharapkan memiliki dampak signifikan terharap target kinerja yang sudah ditetapkan.

“Contohnya dinas pertanian, selain mengelola anggaran juga harus di target berapa bisa menaikkan produksi. Silahkan berinovasi untuk itu. Demikian juga dengan BPKPD. Masalah beratnya ada pada asset dan PAD, nanti akan dicarikan orang yang paham dengan pengelolaan aset serta mencari sumber-sumber baru untuk mengingkatkan PAD. Tentunya dengan menggunakan manajemen talenta,” ungkapnya.

Disisi lain, Lihadnyana memastikan bahwa pengisian jabatan ini dilakukan secara akuntabel dan sesuai dengan kompetensi masing-masing individu. Dengan menggunakan sistem manajemen talenta para pejabat ini akan dapat berkinerja dengan baik guna mewujudkan pembangunan Buleleng sesuai dengan rencana.

BACA :  Buka MPLS, Astika Ingatkan Sekolah Gelar Kegiatan Bersifat Edukatif Dan Kreatif

“Sekarang tidak lagi pola lama. Bersurat, membentuk panitia seleksi, dan lain sebagainya. Dengan manajemen talenta sudah terlihat dari sistem. Ada Sembilan kuadran. Dengan mereka (ASN) mengunggah kinerja, kompetensi mereka akan muncul nilai yang menentukan masing-masing berada di kuadran mana,” ungkap dia.

Pihaknya menambahkan sistem manajemen talenta (Simata) sudah berproses untuk mengisi kekosongan jabatan saat ini. Prosesnya relatif lebih cepat karena sudah melalui sistem dan jumlah usulannya sedikit.

“Kalau yang kemarin lama karena seratusan. Usulannya juga tidak semua disetujui karena masa kerja belum memenuhi dan penilaian kinerjanya sedang, kurang, buruk, bahkan tidak disetujui,” pungkas dia.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular