Semarapura, balipuspanews.com – Warga banjar Nyanggelan, Banjarangkan, Klungkung melangsungkan ngaben massal yang puncaknya berlangsung Jumat ( 20/7) 2018 mendatang.
Menurut ketua panitia pelaksana Nyoman Stember, prosesi pitra yadnya itu akan diikuti 17 sawe. Untuk mempersiapkan ngaben, warga kata Stember, sudah gotong royong sejak sebulan sebelumnya. Setiap warga yang memiliki sawe dikenakan urunan Rp 3 juta.
Prosesi ngaben massal tersebut mendapat perhatian dari bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Minggu ( 15/7), bupati yang terpilih untuk kedua kalinya itu menyempatkan hadir ditengah warga.
Bupati yang dikenal banyak trobosan itu meminta agar warga tetap menjaga persatuan dan kesatuan lewat konsep menyama braya.
“ Melalui ngaben massal seperti ini semangat gotong royong dan menyama braya harus terus dijaga dengan sebaik-baiknya,” ujarnya
Menurutnya, upacara ngaben merupakan hutang yang harus dibayar untuk Sang Pitara (yang sudah meninggal).
“ Upacara ini adalah yadnya suci yang harus dilaksanakan dengan penuh keikhlasan,” sebutnya.
Selain hadir ditengah warga Nyanggelan, Bupati Suwirta juga menghadiri persiapan ngaben massal di Banjar Kapit, Desa Nyalian yang puncaknya akan berlangsung 1 Agustus mendatang. Bupati Suwirta juga hadir di desa adat Sarimerta dan banjar Lepang yang juga melangsungkan proses ngaben masaal.
Dihari yang sama, Wakil Bupati Klungkung Made Kasta juga menghadiri tiga tempat yang melangsungkan ngaben massal. Tiga tempat tersebut masing- masing Banjar Cempaka, Desa Pikat dengan jumlah sebanyak 45 sawe, Banjar Kanginan, Desa Pasinggahan dan Banjar Bokong, Desa Sampalan. Dalam kehadiarannya disetiap lokasi upacara, Wabup Kasta berpesan untuk senantiasa bekerja sama dan gotong royong dengan tulus ikhlas, sehingga dapat mempererat rasa kekeluargaan. ( Roni/Sur)



