Naik Pangkat, Nyoman Suarsika Bayar Kaul jalan Kaki ke  Bangli

- Advertisement -
- Advertisement -

SEMARAPURA, balipuspanews.com -Bagi warga Bali utamanya yang percaya akan sesangi(nazar red) pasti akan berusaha memenuhi kewajiban sesanginya biar tuntas dihadapan Ide Shang Hyang Widi Waca(Tuhan YME red) sebelum ajal menjemputnya nanti.

Hal inipun berlaku sama dengan yang dialami Kepala Bagian Operasional Polres Klungkung, AKBP I Nyoman Suarsika, (58 ). Dirinya merasa punya sesangi/nazar setelah menerima kenaikan pangkat dari Kompol ke AKBP dirinya merasa bersukur dan karena sempat mesesangi terkait kenaikan pangkatnya ,dirinyapun harus penuhi bayar sesanginya , semasih nyawa ada dikandung badan.

Memenuhi sesangi/nazarnya tersebut  Kabag Ops AKBP Nyoman Suarsika (58) melakukan aksi berjalan kaki dari tempatnya bertugas di Polres Klungkung sampai ke kediamannya di Kabupaten Bangli yang jaraknya berkisar 26 kilometer, Sabtu (11/1)lalu.

Aksinya itu dilakukan sebagai bentuk syukur dan juga membayar janji sesangi atau kaul atas pangkat AKPB yang berhasil dia peroleh jelang memasuki masa pensiun 6 Maret 2020 yang akan datang.

Ditemui usai melakukan aksi jalan kaki ini,Kepala Bagian Operasional Polres Klungkung, AKBP I Nyoman Suarsika tidak menyangka aksinya berjalan kaki dari Polres Klungkung hingga ke kediamannya di Jalan Merdeka, Desa Kawan, Bangli menjadi viral di media sosial.

BACA :  Pasar Mentigi Nusa Penida Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung pada 2027

“Aksi berjalan kaki di sepanjang jalan yang sering saya  lintasi dengan kendaraan roda duanya saat berangkat kerja ke Polres Klungkung itu sebagai bentuk syukur dan juga membayar janji /kaul atas pangkat AKPB yang saya peroleh . Juga sebagai wujud syukur karena hal yang tidak terbayangkan bisa saya dari pangkat Bintara,” ujarnya bangga.

Pangkat AKBP yang diperolehnya saat ini, bagaikan mimpi jelang masa pensiunnya nanti  tanggal 6 Maret 2020 mendatang. Hingga akhirnya janji mesesangi berjalan kaki sepanjang 26 kilometer itu terucap sebagai candaan di depan para anggota Polres Klungkung lainnya yang awalnya dipikir hal yang mustahil bisa diterimanya.

“Ternyata terpenuhi. Sehingga janji itu saya tepati. Saya tidak berani melanggar (ingkar janji dengan sesangi, Red). Apapun risikonya harus saya jalani. Jadi bisa sampai AKBP, luar biasa bagi saya,” katanya penuh sukur.

Untuk mengawali sebelum mulai membayar janjinya itu, Sabtu (11/1)lalu, dirinya mengawali dengan  melakukan cek kesehatan fisik dulu.

Ternyata oleh tim medis, dikatakan tensinya agak rendah. Namun secara umum, kondisi tubuhnya normal sehingga dia memutuskan untuk membayar kaul sesanginya segera.

BACA :  Klungkung Dorong Pemutakhiran DTSEN dan Pembentukan Sekolah Rakyat

“Saya saat mulai jalan itu, tidak bilang-bilang karena malu nanti ramai. Tapi empat anggota dari Pol Air dan Sabara tahu sehingga mendampingi saya dan direkam juga,” ujar perwira berperawakan ceking ini sumringah.

Hanya berolahraga ringan setiap hari Sabtu dan usia sudah tidak lagi muda, membuatnya hampir menyerah karena beberapa kali mengalami keram pada kaki saat melakukan aksinya itu. Namun atas mimpinya yang berhasil terealisasi, membuat dia berusaha menyelesaikan janjinya itu. Meski beberapa kali dia harus beristirahat.

 “Awalnya saya lari kecil. Karena sudah tidak muda lagi dan jalan yang menanjak, saya mulai jalan. Kaki sempat keram juga. Syukur semua terlewat,” terangnya. “Kalau pakai motor rasanya dekat. Ternyata jauh juga kalau jalan kaki. Saya butuh waktu tiga jam lebih untuk sampai di rumah,” jelasnya.

Sesampainya di rumah, menurutnya keluarga sempat tidak percaya dengan ulah yang dilakukannya. Semua keluarganya tidak menyangka janjinya untuk berjalan dari Polres Klungkung hingga ke kediamannya di Bangli itu benar-benar dia realisasikan.

BACA :  Pemkab Klungkung Dorong Percepatan Infrastruktur Pembangunan Jalan Lingkar Nusa Penida

“Saya ingin ini menjadi kenangan juga bagi cucu saya,” ujar kakek dari dua orang cucu ini masih semangat.

Menuju saat  memasuki masa pensiunnya  nanti, AKBP Nyoman Suarsika mengaku ingin beristirahat di rumah sambil menjaga cucu-cucunya. Lima tahun menjadi Kepala Bagian Operasional, menurutnya cukup menjemukan dan rada jenuh sehingga dirinya perlu  suasana beda  saat menjalani masa pensiunnya ingin dikelilingi anak cucu. (Roni/BPN/tim)

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular