BULELENG, balipuspanews.com– Seorang pemilik warung kelontong di Banjar Dinas Ngis, Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng diduga telah menjadi korban kejahatan hipnotis pada Kamis (29/2/2024) malam. Alhasil korban pun diduga menderita kerugian senilai Rp 5 jutaan.
Berdasarkan informasi yang berhasil didapat awalnya korban yang berusia 60 tahun ini sekitar pukul 19.00 WITA didatangi oleh dua orang tidak dikenal serta mengaku membeli pembalut wanita dengan menggunakan bahasa Indonesia.
Tanpa rasa curiga korban pun langsung menunjukkan tempat barang yang dimaksud dua pelaku yang mengaku berasal dari Turkey tersebut.
Setelah mendapatkan barang yang ingin dibeli, keduanya lantas melakukan proses pembayaran kepada korban senilai Rp 14 ribu. Namun disaat bersamaan keduanya lalu menyerahkan dua uang pecahan Rp 50 ribu ke korban dengan maksud menukarkan menjadi uang pecahan Rp 100 ribu terbaru.
Korban pun mengiyakan permintaan kedua pelaku, akan tetapi kedua pelaku mengambil uang di laci dan tas milik istri korban dengan sendirinya. Korban yang kala itu diduga telah terhipnotis hanya mengetahui kedua pelaku telah menaruh kembali uang ke laci dan tas lantaran tidak mendapatkan uang pecahan Rp 100 terbaru. Bahkan setelah kejadian itu, sebelum kedua pelaku meninggalkan toko sempat bertanya harga baju ogoh-ogoh namun tidak membelinya.
“Pelaku laki-laki dan perempuan, mereka datang berdua dengan dalih berbelanja sambil menukarkan uang, namun pelaku justru mengambil uang di laci dan tas istri korban setelah tidak dapat, menurut korban uangnya dikembalikan lagi. Korban baru sadar usai anaknya bertanya dan sekaligus menghitung uang yang dikembalikan pelaku” ungkap Kapolsek Tejakula, AKP I Gede Sudiana saat dikonfirmasi, Jumat (1/3/2024).
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kehilangan berupa uang tunai sekitar Rp 5 jutaan sesuai hasil yang telah dihitung dari dalam laci dan tas istri korban. Kini polisi masih mendalami siapa kedua pelaku dalam kasus kejahatan yang diduga memakai ilmu gendam atau hipnotis tersebut.
“Kasus ini masih kami didalami sementara belum diketahui pasti ciri-ciri kedua pelaku karena tidak ada CCTV di warung dan info awal mereka datang menggunakan mobil tapi tidak ada yang mengetahui jenis dan plat mobilnya. Korban tidak melaporkan kasus ini, namun kami berharap masyarakat tetap waspada sehingga kejadian seperti ini tidak lagi terulang,” pungkasnya.
Penulis: Nyoman Darma
Editor: Oka Suryawan



