Kemenbud Hadirkan Program MTN IkonInspirasi di Banda Aceh

- Advertisement -
- Advertisement -

JAKARTA, balipuspanews.com – Semangat perfilman nasional kini bergaung hingga ke ujung barat Indonesia. Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya (MTN Seni Budaya) menghadirkan program MTN IkonInspirasi di Banda Aceh. Program ini menjadi bagian dari rangkaian Road to Aceh Film Festival 2025, menghadirkan sineas terkemuka Hanung Bramantyo serta aktor muda berbakat Yusuf Mahardika untuk berbagi kisah, berdiskusi, dan memberi inspirasi kepada generasi muda Aceh.

MTN Seni Budaya adalah program prioritas nasional yang dikelola Kementerian Kebudayaan. Program ini bertujuan untuk menjaring, mengembangkan, dan mempromosikan talenta seni budaya Indonesia secara terstruktur dan berkelanjutan.

MTN Seni Budaya menghubungkan talenta dengan berbagai peluang pengembangan kapasitas dan akses pasar, baik nasional maupun global. Dalam forum yang berlangsung hangat, ratusan pelajar, mahasiswa, hingga komunitas film lokal berkesempatan mendengar langsung perjalanan karier, tantangan, dan strategi kreatif dari para ikon perfilman Indonesia. Lebih dari sekadar berbagi cerita, sesi ini menjadi ruang bagi anakanak muda Aceh untuk percaya diri mengekspresikan suara mereka melalui karya film baik di panggung nasional maupun internasional.

BACA :  Menteri Fadli Zon Resmikan Ruang Pamer Museum Cipta Mahardika Jawa Timur

“Program MTN IkonInspirasi adalah wujud nyata komitmen Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan (Ditjen PPPK), untuk memberi ruang bagi setiap talenta Indonesia agar berkembang sesuai kapasitasnya,” kata Ahmad Mahendra selaku Dirjen PPPK, Kementerian Kebudayaan, Selasa (2/9).

Vivian Idris, Produser Film yang juga tim ahli dari MTN Seni Budaya mengungkapkan lewat medium film, ingin anak-anak muda Aceh yakin bahwa mereka bisa bersuara dan berkontribusi dalam lanskap budaya Indonesia.

Sebagai tuan rumah, Jamaluddin Phonna, Direktur Aceh Film Festival, menegaskan bahwa kegiatan ini melengkapi rangkaian Road to Aceh Film Festival 2025.

Direktur Bina SDM, Lembaga, Pranata Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembina Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan, Irini Dewi Wanti turut menyampaikan bahwa, MTN itu sendiri sebagai sebuah trayektori untuk mendorong dan merekognisi talenta-talenta untuk menuju pentas internasional.

“Maka kita pilih AFF ini sebagai tempat pertemuan di tingkat pembibitan talenta. Karena teman komunitas di Aceh, sangat produktif dalam kegiatan film dan anak mudanya juga sangat antusias dalam minat dan passion mereka tentang film ini yang harus kita gali lebih dalam lagi. Dan banyak orang belum tau bahwa di Aceh ini sangat potensial sekali tentang film. Maka MTN ini menghadirkan dan memberi wadah untuk generasi muda Aceh tentang film. Saya sangat optimis kondisi lokal di Aceh akan sangat menarik jika dikembangkan menjadi film, alam Aceh yang indah dan kebudayaannya serta sejarah Aceh yang panjang akan menjadi sebuah modal di dalam mengangkat kisah-kisah di Aceh. Jika digali lebih dalam lagi, akan banyak cerita-cerita yang bisa mengangkat Aceh dari aspek seni budaya dan konteks perfilman Indonesia. Sehingga, Aceh itu bisa dikenali lebih baik oleh masyarakat dunia dari keunikannya,” ujar Irini.

BACA :  Menteri Fadli Zon Resmikan Ruang Pamer Museum Cipta Mahardika Jawa Timur

Kehadiran MTN IkonInspirasi di Banda Aceh bukan hanya menjadi penutup rangkaian Road to Aceh Film Festival 2025, tetapi juga momentum untuk menguatkan jejaring, kapasitas, dan kepercayaan diri generasi muda dalam berkarya. Ajang ini sekaligus menjadi pemantik menuju Aceh Film Festival 2026 yang akan berlangsung pada tanggal 2–6 September 2026 mendatang di Banda Aceh.

Penulis/editor: Ivan Iskandaria.

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular