NEGARA, balipuspanews.com- Pendangkalan yang terjadi di dermaga landing craft macine (LCM) pelabuhan Gilimnauk mulai mengganggu penyebrangan. Akibat pendangkalan yang terjadi, ketika air surut membuat kapal-kapal tidak bisa sandar sehingga bongkar muat menjadi terhambat.
Dampak pendangkalan di dermaga LCM itu mulai menghambat penyebrangan sejak dua hari lalu. Dimana air surut saat bulan mati (Tilem) mencapai puncaknya yakni dibawah 6 dm sehingga membuat kapal-kapal yang ram doornya pendek atau standar tidak bisa sandar di dergama LCM.
Kapal-kapal tersebut harus mengapung berja-jam menunggu air pasang agar bisa sandar. Akibatnya kendaraan terutama angkutan barang mengalami penumpukan bahkan hingga menimbulkan antrean panjang.
Selain karena kapal yang biasa sandar di dermaga LCM tidak bisa bongkar muat sesuai jadwal, antren panjang kendaraan itu juga akibat damnpak dari perbaikan di dermaga Movile Bridge (MB) 2.
Dengan tidak beroprasinya dermaga MB 2 ditambah terhambatnya bongkar muat di dermaga LCM maka hanya ada dua dermaga MB dan satu Ponton yang bisa beroprasi normal.
Namun ketiga dermaga itu tidak bisa dilintasi kendaraan besar atau yang mengangkut muatan berat. Sehingga pada Senin (30/9) malam terjadi antrean panjang kendaraan. Antrean kendaraan terutuma truk-truk besar itu memasuki tengah malam hingga lebih dari 1 kilometer dari pelabuhan.
“Biasanya lancar-lancar saja, ini kenapa terjadi antrean yang cukup lama,” ujar seorang sopir truk. (nm/bpn/tim).



