Ajaran Weda Dorong Wanita Duduki Jabatan Publik Setinggi Mungkin

- Advertisement -
- Advertisement -

JAKARTA, balipuspanews.com – Ajaran Weda menempatkan wanita setara dengan laki-laki. Oleh karena itu, Agama Hindu sangat menekankan tentang pentingnya kesetaraan peran dan kedudukan wanita dengan laki-laki, bahkan mendorong wanita menjalankan dharma negara sebaik mungkin disamping dharma agama.

Dalam perspektif Hindu, wanita didorong untuk mampu meraih dan menduduki jabatan publik setinggi mungkin baik di pemerintahan maupun jabatan politik lainnya dalam kekuasaan negara.

“Laki-laki dan perempuan, sama di dalam hukum. Inilah maka wanita bisa jadi presiden, jadi menteri, jadi gubernur,” ucap Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Wisnu Bawa Tenaya dalam Dialog Persaudaraan Spiritual ke-3 secara virtual yang diselenggarakan Prajaniti Hindu Indonesia dan PHDI Pusat, Minggu (26/12/2021).

Dialog kali ini mengambil tema ‘Kemuliaan Wanita Menurut Hindu’ dengan Pembicara utama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI I Gusti Ayu Bintang Darmawati (Bintang Puspayoga).

Juga menghadirkan dua pembicara yaitu Rohaniawan Hindu Ida Pandita Agni Kumari dan Dosen IHAN Tampung Penyang, Palangkaraya Nali Eka, serta dibuka oleh Ketua umum Prajaniti Indonesia KS Arsana.

BACA :  Sejalan dengan Asta Cita, Perusahaan Wajib Sediakan Daycare

Lebih jauh Wisnu Bawa juga mengatakan, ajaran Weda juga menekankan kepada wanita untuk menjalankan dharma agama sebaik kepada setiap wanita dalam kedudukannya di dalam rumah tangga.

Sebagai orang tua, wanita harus mampu berperan membimbing dan menyiapkan putera puterinya dengan membekali ilmu pengetahuan yang cukup, baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan di dunia.

“Ini hal mendasar yang tentu kita ingat. Peran Ibu sebagai catur guru. Harus mampu mendidik anak-anaknya. Juga kecukupan gizinya,” ujar Wisnu Bawa.

Dengan demikian, Wisnu Bawa menegaskan peran ibu sangat dituntut mampu membawa putera puterinya menjadi generasi yang siap dan cakap. Menjadi pemimpin bagi masyarakat dan negaranya.

“Kita siapkan generasi selanjutnya untuk melanjutkan estafet kepemimpinan,” sebut Wisnu Bawa.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Prajaniti Hindu Indonesia KS Arsana mengatakan tema diskusi ke-3 dialog kali ini sengaja mengangkat tentang kemuliaan wanita menurut Hindu. Menurut Arsana, ajaran Weda sangat memuliakan kedudukan wanita.

“Tanpa Ibu tidak ada generasi makanya kemuliaan wanita kita angkat. Supaya kita ingat bahwa kita ada karena jasa seorang Ibu. Jadi mari kita hormati ibu kita,” kata Arsana.

BACA :  Atap Bangunan SDN 3 Kalibukbuk Ambruk Dihantam Angin Kencang

Staf khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Agung Putri Astrid Kartika (Gung Astrid) mewakili Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI I Gusti Ayu Bintang Darmawati (Bintang Puspayoga) mengungkapkan dari data di kementeriannya, masih banyak kekerasan yang dialami kaum perempuan.

Selain itu, kedudukan wanita juga masih kurang mendapat tempat dan kesempatan dibanding laki-laki untuk bisa meningkatkan tingkat perekonomian dan kesejahteraan.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular