Pelaku I Wayan Sukadana (26) alias Minjik ketika ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Ubud.
Pelaku I Wayan Sukadana (26) alias Minjik ketika ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Ubud.

GIANYAR, balipuspanews.com – Modus pencurian yang dilakukan oleh I Wayan Sukadana alias Minjik,26, ini benar -benar konyol. Dalam aksinya, Jumat (26/6/2020) lalu, Pria asal Blahbatuh ini membeli beras di sebuah warung di Banjar Kaja Kauh Abiansemal, Desa Lodtunduh, Ubud.

Setelah Beras diterima, ia pura –pura ambil uang menuju sepeda motornya dan langsung kabur.

Namun sayang, belum sempat menikmat hasil curiannya, Minjik yang dengan mudah diidentifikasi petugas kepolisian melalaui rekaman CCTV ini pun langsung diamankan di rumahnya.

Dengan barang bukti dua karung dari tiga karung yang dicurinya, Minjik yang pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bali, Bangli ini pun mengakui semua perbuatannya.

Kanit Reskrim Polsek Ubud, IPTU I Gede Mudana, Senin (29/6/2020) mengatakan, penangkapan ini berawal saat pelaku masuk ke sebuah warung di Banjar Kaja Kauh Abianbase, Jumat (26/6/2020) sekitar pukul 11.30 Wita.

Pada pemilik warung, pelaku meminta beras sebanyak tiga karung. Setelah mendapatkan beras yang diminta, Minjik lalu kabur menggunakan sepeda motornya.

Namun saat itu, korban tidak melaporkan kejadian tersebut. Unit Buser Polsek Ubud justru mengetahui kejadian tersebut melalui media sosial.

Setelah itu, pihak kepolisian lantas mendatangi korban untuk dimintai keterangan. Setelah mengumpulkan informasi, baik dari saksi maupun pemeriksaan CCTV di kawasan lokasi, diketahui pelaku berasal dari daerah Blahbatuh.

Setelah mengidentifikasi pelaku dan keberadaannya, Unit Operasional Polsek Ubud, IPTU Mudana bersama Panit Operasional, IPDA Ngakan Jayawijaya mencari keberadaan pelaku di rumahnya. Dalam interogasi yang dilakukan, Minjik akhirnya mengakui perbuatannya.

“Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, di antaranya, satu unit sepeda motor, dua karung beras 25 kilogram (kg), dan uang hasil penjualan beras senilai Rp 200 ribu,” pungkasnya.

PENULIS : Ketut Catur

EDITOR : Oka Suryawan