Anjing Tertabrak Ini Menguak Penemuan Spesies Baru yang Menentang Ilmu Biologi

Dogxim, Hibrida Langka antara Anjing dan Rubah, Gegerkan Dunia Ilmiah

- Advertisement -
- Advertisement -

BALIPUSPANEWS.com – Sebuah kasus tabrak lari terhadap seekor hewan yang semula dikira anjing di Brasil selatan, justru berujung pada penemuan ilmiah yang mengejutkan. Hewan tersebut ternyata merupakan spesies baru hasil hibridisasi alami yang sebelumnya dianggap mustahil secara biologi.

Peristiwa ini terjadi pada tahun 2021 di wilayah Vacaria, negara bagian Rio Grande do Sul, Brasil. Saat itu, hewan yang tertabrak memperlihatkan ciri fisik menyerupai rubah, seperti telinga runcing dan ekor lebat. Namun, warna bulu, bentuk mata, dan beberapa perilakunya lebih menyerupai anjing domestik.

Tak hanya dari segi fisik, perilaku hewan ini juga menimbulkan tanda tanya. Ia menggonggong dan bermain dengan benda layaknya anjing, serta dapat berinteraksi dengan manusia. Namun di sisi lain, ia lebih memilih memangsa hewan hidup daripada memakan makanan olahan seperti kebanyakan anjing peliharaan.

Fenomena unik ini mendorong para ilmuwan melakukan analisis genetika mendalam. Hasilnya mengungkap keberadaan Dogxim—nama yang diberikan untuk hewan tersebut—sebagai hibrida alami pertama yang terdokumentasi antara dua genus berbeda dalam keluarga canid (anjing dan sejenisnya).

BACA :  ‎KPU Buleleng dan Dinas PMD PPKB Perkuat Sinergi Data Pemilih dan Coktas 2026

 

Gabungan Genetik yang Tak Pernah Terjadi Sebelumnya

Tim peneliti Brasil menemukan bahwa Dogxim memiliki 76 kromosom—jumlah yang berada di antara anjing domestik (78 kromosom) dan rubah pampas atau Lycalopex gymnocercus (74 kromosom). Kombinasi ini memperkuat bukti bahwa Dogxim adalah hasil kawin silang antara dua spesies yang telah berevolusi terpisah selama sekitar 6,7 juta tahun.

“Belum pernah ada kasus hibridisasi antara dua genus yang begitu jauh dalam keluarga canid,” kata Roland Kays, peneliti dari North Carolina Museum of Natural Sciences, seperti dikutip dari laporan resmi. Ia menambahkan bahwa Dogxim memiliki DNA mitokondria yang berasal dari rubah dan DNA inti yang merupakan campuran genetik dari kedua induknya.

 

Misteri Dogxim yang Belum Usai

Sayangnya, Dogxim meninggal dunia pada tahun 2023 karena sebab yang belum diketahui. Hingga kini, belum ditemukan spesimen lain yang serupa. Meski begitu, keberadaan Dogxim membuka lembaran baru dalam dunia zoologi dan menjadi bukti bahwa alam masih menyimpan banyak kejutan.

BACA :  Purbaya Dicopot dari Menteri Keuangan, Digantikan Suahasil Nazara

Para ahli kini terus memantau kemungkinan munculnya individu serupa di alam liar, serta dampaknya terhadap studi genetika dan konservasi spesies.

Sumber: Marca.com

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular