JEMBRANA, balipuspanews.com – Arus mudik lebaran yang akan menggunakan jasa penyeberangan di Selat Bali tahun ini diprediksi akan mengalami lonjakan yang signifikan dibanding tahun lalu.
Agar tidak terjadi antrean panjang dan lama, selain dengan menyiapkan kantong parkir dan rekayasa lalu lintas, kapal berkapasitas jumbo juga disiapkan.
Rencana pengoperasian kapal berkapasitas daya angkut banyak itu disampaikan saat rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral di kantor PT ASDP Indonesia Ferry cabang Ketapang, Senin (3/4)2023) sore.
Pada rakor dalam rangka persiapan Posko Angkutan Lebaran1444 H lintas Gilimanuk Ketapang, yang dihadiri oleh, Kapolres Jembrana, Badan Pengelola Transportasi Darat BPTD XI Jawa Timur Wilker Ketapang Banyuwangi, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk-Bali, Kasat Polair Polresta Banyuwangi, Kapolsek KP. Tanjungwangi mewakili Kapolresta Banyuwangi, Lanal Banyuwangi.
Basarnas Banyuwangi, KSOP Tanjungwangi, DPC Gapasdap Cabang Ketapang dan DCC INFA Ketapang itu, GM PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang Muhammad Yasin yang memimpin rapat menyampaikan mulai tanggal 12 April 2023 (H-10) s/d tanggal 02 Mei 2023 ( H+10 ) PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang akan menggelar posko Lebaran 2023.
Untuk melayani penyeberangan di lintas Gilimanuk-Ketapang 7 dermaga kondisinya sudah baik termasuk dermaga LCM yang mengalami pendangkalan sudah disedot.
“Untuk kapal sebanyak 49 unit laik layar, penyiapan titik titik penempatan buffer zone sebagai lokasi pembelian sekaligus screening e-ticketing baik diareal Banyuwangi maupun di Gilimanuk juga disiapkan,”jelasnya.
Dengan prediksi arus mudik dan balik akan mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu karena tidak ada lagi pembatasan-pembatasan yang dilakukan dan persyaratan seperti vaksin PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Ketapang akan menyiagakan Kapal Motor (KMP) Penumpang Jatra II.
KMP yang biasa melayani penyeberangan Ketapang-Lembar memiliki kapasitas daya angkut yang jauh lebih besar dibanding kapal lainya bahkan lebih besar dari KMP Potlink yang pernah dioperasikan pada arus mudik beberapa tahun lalu.
“Kapal ini dioperasikan bilamana situasi dan kondisi arus penyeberangan masuk status stagnasi atau terjadi antrean panjang dan lama,”ungkapnya.
Kapolres Jembrana, AKBP Dewa Gde Juliana menyampaikan, prediksi puncak arus mudik tahun inu terjadi pada H-1 yakni tanggal 21 April. Untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik ini Polres Jembrana menyiapkan beberapa pola pengaturan, kantong parkir, penggelaran pos pos pengamanan, dan pengalihan arus (penyiapan rekayasa lantas baik berupa jalur alternatif dan rambu penunjuk arah) keluar masuk Bali.
Kapolres juga menyampaikan, dalam mengamankan kegiatan arus mudik agar didukung dan koordinasi lintas sektoral terus dilakukan guna kelancaran dan keamanan pelaksanaan mudik dilintas penyeberangan Gilimanuk-Ketapang.
“Kami tetap mengutamakan keselamatan baik itu didarat maupun dilaut, mohon kepada PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Ketapang untuk aktivasi integrasi CCTV terkait akses keluar masuk orang dan barang di Posko Terpadu Pelabuhan Gilimanuk selama pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2023,”ungkapnya.
Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan



