Karangasem, balipuspanews.com – Konstruksi semangat nilai yang mendasari deskripsi the Spirit of Bali, strategi Karangasem dalam merencanakan pembangunan Karangasem yang berkelanjutan berpijak kepada semangat nilai-nilai yang dimiliki oleh Bali atau dapat disebut “Spirit of Bali”

Nilai-nilai ini adalah falsafah yang diciptakan leluhur Bali yang dijadikan panduan hidup orang Bali dibingkai oleh tradisi dan kepercayaan masyarakat Bali.
Mengangkat kembali semangat nilai-nilai Bali atau “The Spirit of Bali” tidak lain sebagai penegasan keselarasan cipta, rasa dan karsa yang menjiwai hidup manusia Bali.
Adapun semangat nilai-nilai Bali atau “The Spirit of Bali” tersebut adalah
1. Semangat nilai Eksistensi merupakan pemaknaan kembali Tri Hita Karana sebagai manifestasi harmoni kehidupan yang diciptakan dari eksistensi antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia dan alam. Nilai ini harus mampu mendorong harmoni bagi pembangunan Karangasem yang berkelanjutan.
2. Semangat nilai integritas merupakan pemaknaan kembali nilai “Desa Kala Patra” sebagai manifestasi konteks integritas dinamika pemaknaan ruang, waktu dan situasi yang membingkai pembangunan Karangasem yang mutakhir dan dinamis sesuai jamannya.
3. Semangat nilai manfaat. merupakan pemaknaan kembali nilai “Segara Gunung” sebagai manifestasi poros sumber daya alam sekaligus dimensi spiritualnya yang menjadi aset Karangasem untuk dikelola secara bijak bagi kemaslahatan hidup masyarakat Karangasem.
4. Semangat nilai keterpaduan merupakan pemaknaan kembali “Siwam, Satyam, Sundaram” (Ketuhanan, Kebenaran, Kesenian atau Siwam yakni kesucian. Satyam ialah kebenaran dan Sundaram ialah keindahan) sebagai manifestasi keutuhan memadukan pikiran, ucapan dan perbuatan.
5. Semangat nilai kebersamaan merupakan pemaknaan kembali nilai “Menyama Braya” sebagai manifestasi persatuan, kebersamaan dan persaudaraan yang penting dalam membangun Karangasem
Semangat nilai-nilai Bali atau “The Spirit of Bali” tidak terbatas pada 5 hal diatas namun secara esensi semangat nilai-nilai Bali ini merupakan unsur penguat bagi pembangunan karakter yang orisinil dan otentik dalam menjiwai proses pembangunan Karangasem yang berkelanjutan.
(Kajian dari Ida Acarya Nanda dan Ida Bagus Gunastawa, Tim Ahli Bupati)



