MANGUPURA, balipuspanews. com -Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Badung menggelar Konsolidasi data untuk Smart City, bertempat di ruang Command Center Dinas Kominfo Badung, selasa (8/1).

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dewa Made Apramana, Kepala Dinas Kominfo Badung  I Wayan Weda Dharmaja, beserta seluruh Kepala Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.

sewa motor matic murah dibali

 Dalam sambutannya Kepala Dinas Kominfo Badung  Badung  I Wayan Weda Dharmaja, menyampaikan Badung telah membangun Command Center dimana tempat ini sebagai pusat terintegrasinya semua data dari perangkat daerah di Kabupaten Badung. Comand Center ini juga merupakan pusat akses data serta pusat penyediakan informasi yang mudah dijangkau, akurat, efektif, real-time, timely based terkait program Smart City Kabupaten Badung.

“Visi dari Smart City Kabupaten Badung ini  didasari oleh pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi(TIK), yang tujuannya  untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik, kinerja birokasi pemerintah dan efisiensi kebijakan publik, dengan tetap mempertahankan seni budaya Bali yang berdasarkan Tri Hita Karana menuju masyarakat yang maju, damai, dan sejahtera,”ungkapnya.

 Lebih lanjut Weda Dharmaja menyampaikan optimalnya pelaksanaan Smart City di Badung tidka terlepas dari adanya data dan data ini menjadi unsur penting dalam pengambilan keputusan. Akan tetapi dalam Command Center ini masih banyak data yang dibutuhkan namun belum tersedia.

“Untuk itu saya meminta agar semua perangkat daerah dapat mengisi data sesuai dengan tupoksinya dalam konten yang tersedia di Smart City sehingga masyarakat luas dapat mengakses data yang diperlukan seperti jumlah penduduk di Badung, tempat wisata dan sebagainya,” paparnya.

Sementara itu Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa sangat mendukung langkah-langkah yang telah diambil pihak Kominfo Badung.

” Untuk membangun Smart city kita harus mempunyai progress  yang berjalan sesuai dengan inovasi –inovasi lebih kreatif. Salah satunya  seperti  memberikan data-data sesuai dengan bidangnya masing-masing sehingga konten dalam smart City ini tidak banyak yang kososng. Disamping itu pula perlu kiranya aplikasi-aplikasi yang ada di masing-masing perangkat daerah dapat terintegrasi dalam Command Center sehingga dapat terwujud Smart City,”  jelasnya. (bud/bpn/tim)

Tinggalkan Komentar...