Balita Mungil Ditemukan Tewas Tenggelam di Muara Sungai Banyuning

- Advertisement -
- Advertisement -

Singaraja, balipuspanews.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga pasangan Komang Agus Arimbawa (24) dan Kadek Mei Astini (18). Pasalnya, Putu Laksmi Prita Arimbawa Putri (19 bulan) putri pasutri tersebut ditemukan tewas mengambang di muara sungai di Lingkungan Banyuning Utara, Kelurahan Banyuning, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Senin (14/8) sore.

Diceritakan ibu korban Kadek Mei Astini, sebelum kejadian sekitar pukul 16.00 wita dirinya meninggalkan putri pertamanya tersebut dirumah untuk bekerja menjadi tukang sapu di rumah pamannya yang masih di lingkungan Banyuning Utara.

Sedangkan anaknya ditinggal di rumah bersama dengan nenek dan juga kedua buyutnya.

Balita yang sudah lancar berjalan tersebut tak disangka bakal mengikuti buyutnya berjalan-jalan di pinggir pantai dekat rumahnya.

“Tadi saya tinggal kerja menyapu, prita anak saya dirumah bersama nenek dan buyutnya. Biasa saya tinggal saat kerja sebentar,” ujarnya yang ditemui di rumah duka.

Nah, sekitar pukul 16.30 wita Mei pun dicari oleh suaminya, Komang Agus Arimbawa, untuk mengambil sepeda motor di tempat kerja. Saat itulah Arimbawa menanyakan anaknya yang tidak ditemukan dirumah.

BACA :  Bupati Badung Apresiasi Pandangan Fraksi DPRD soal Perubahan APBD 2026

Mendapat informasi tersebut dan merasa tidak mengajak korban Prita bekerja, Mei langsung pulang ke rumah.

Mei pun tercengang lantaran di sekitar rumah yang berhadapan langsung dengan pantai sudah ramai keluarga dan tetangganya mencari keberadaan bocah imut yang baru lancar berjalan.

Dari hasil keterangan keluarganya dirumah ternyata Prita diduga mengikuti buyutnya Made Karta (70) saat berjalan-jalan di pinggir pantai.

Namun hal tersebut tidak diketahui hingga Prita dikabarkan hilang dan ditemukan mengambang di muara sungai kedalaman tidak lebih dari satu meter yang berjarak sekitar 500 meter sebelah Barat rumahnya.

Menurut cerita tetangga, Ketut Kartini (45), keluarga korban mulai panik mnecari bocah tersebut sekitar pukul 16.30 wita. pencarian pun dibantu oleh tetangga disekitar rumahnya.

Selang beberapa saat ibu korban datang mencari sebentar ternyata anaknya sudah ditemukan mengambang di muara sungai, langsung digendong dan Prita langsung dilarikan ke rumah sakit Kerta Usada.

Hanya saja ia tidak dapat tertolong karena dinyatakan sudah meninggal saat sampai di rumah sakit.

BACA :  Wali Kota Jaya Negara Hadiri Puncak Karya Pelebon I Gusti Ayu Badri

Sementara itu, buyut korban Made Karta yang tidak mengetahui diikuti oleh korban nampak syok dan merasa bersalah atas kepergian buyutnya. Rumah duka pun diselimuti dengan isak tangis keluarga dan tetangga yang sangat menyayangi Prita.

Sampai Senin malam, pihak keluarga masih merembugkan hari baik upacara penguburan Prita. Kedua orang tuanya pun mengaku sudah mengiklaskan kepergian Prita sebagai sebuah musibah yang datang tanpa isyarat dan firasat

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular