KLUNGKUNG, balipuspanews.com – Mendapatkan pelayanan kesehatan merupakan hak setiap peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Salah seorang peserta JKN yang telah merasakan langsung manfaat besar sebagai peserta aktif dan bersedia membagikan pengalaman pengobatan jantungnya yang seluruh biayanya ditanggung Program JKN adalah Ketut Sugiana, seorang pensiunan ASN.
“Sekitar dua tahun yang lalu, tanpa diduga saya dinyatakan terkena serangan jantung oleh dokter, padahal saya sudah rajin berolahraga. Awalnya saya merasakan sakit pada dada sebelah kiri hingga tembus ke punggung,” ujar pria yang akrab disapa Roni.
Saat itu, Roni masih bisa menyetir mobil sendiri dan berinisiatif memeriksakan diri ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Klungkung. Setelah diperiksa secara menyeluruh oleh tim dokter UGD dan menjalani observasi selama dua jam, Roni diharuskan menjalani rawat inap selama tiga hari.
Tidak berhenti sampai di situ, Roni kembali menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Hasil CT scan membuat tim dokter jantung terkejut karena saluran darah menuju jantungnya telah mengalami penyumbatan lebih dari 57 persen dan terdapat plak.
Selanjutnya, Roni dirujuk ke RS Siloam untuk menjalani operasi pemasangan ring pada saluran darah jantung. Namun, tim dokter jantung tidak berhasil memasang ring karena diduga saluran darah menuju jantung telah tertutup plak yang mengeras.
“Sejatinya saat itu harapan hidup saya sudah tidak ada. Namun dokter jantung justru membolehkan saya pulang dan memberikan surat rujukan ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ungkap Roni.
“Keesokan harinya saya melanjutkan pemeriksaan ke Poli Jantung RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah. Singkat cerita, setelah enam bulan saya dihubungi kembali oleh pihak rumah sakit dan menjalani operasi pengeboran pada saluran darah jantung. Setelah operasi berhasil dan tim dokter hanya menambahkan satu ring jantung, saya menjalani rawat inap selama tiga hari hingga kondisi dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang,” tambahnya.
Roni mengaku sangat bersyukur karena seluruh biaya pengobatan dan tindakan medis yang dijalaninya ditanggung oleh Program JKN.
“Terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah memberikan pelayanan maksimal dan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat,” katanya.
Setelah menjalani operasi di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, hingga kini Roni mengaku tidak pernah lagi mengalami gangguan jantung.
“Setelah operasi tersebut, hingga kini astungkara saya tidak pernah lagi mengalami gangguan jantung. Namun, saya tetap melakukan pemeriksaan rutin secara berkala setiap bulan di Poli Jantung RSUD Klungkung,” jelasnya.
Penulis : Kadek Adnyana
Editor : Oka Suryawan



