Jumat, Juni 21, 2024
BerandaNewsHukum & KriminalBobol Dua SD, Dua Pemuda Dibekuk

Bobol Dua SD, Dua Pemuda Dibekuk

NEGARA, balipuspanews.com- Belum sempat menikmati hasil curianya, dua orang pemuda yakni Putu Oktavian (21) dan Muhamad Haris Fadilah (19) sudah harus meringkuk di sel. Mereka ditangkap anggota Satuan Reskrim Polres Jembrana sebelum sempat menjual hasil curianya di dua sekolah dasar (SD).

Sesuai laporan Ketut Widana (56) kepala sekolah SD 2 Sangkaragung dan Ni Putu Estiasih (55) kepala sekolah SD 4 Dauhwaru, Jembrana yang dibobol maling. Kasat reskrim AKP Yogi Pramagita kemudian memerintahkan Kanit I Ipda I Gede Alit Darmana dan anggotanya untuk melakukan penyelidikan.

Hasilnya identitas pelaku pembobolan kedua SD itu berhasil dikantongi. Anggota Reskrim kemudian menangkap keduanya di rumah kost Haris Fadilah di Lingkungan Merta Sari, Loloan Timur, Jembrana.

Putu Oktavia yang kelahiran Banyuwangi yang tinggal di Lingkungan Satria, Kelurahan Pendem, Jembrana dan Muhamad Haris Fadilahyang beralamat di Jalan Gunung Agung, Gang XX, Kelurahan Loloan Timur, Jembrana diamankan.

Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti dari TKP SDN 2 Sangkaragung satu unit laptop merek Acer warna abu-abu, dua unit laptop merk Lenovo warna hitam, dua buah carger laptop warna hitam, satu buah tas laptop warna hitam, satu buah celengan plastik warna kuning dan satu unit sepeda motor Suzuki Thunder warna hitam DK 6047 WW beserta kunci kontaknya.

Selain itu juga ditemukan barang bukti dari TKP SD 4 Dauhwaru yakni satu unit laptop merk HP warna abu-abu dan satu buah charge laptop.

”Kedua pelaku dan barang bukti dari kedua TKP itu kemudian kita amankan untuk proses penyidikan,” ujar Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa didampingi Kabag Ops Polres Jembrana Kompol Wayan Sinaryasa dan Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita, Selasa (8/10).

Dari hasil pemeriksaan terhadap kedua pelaku pencurian dengan pemberatan itu, beraksi pada Selasa (24/9) sekitar pukul 02.00 di SD 2 Sangkaragung. Mereka berangkat dengan mengunakan sepeda motyor Suzuki Thundaer dan setelah tiba kemudian mereka melompat tembok penyengker lalu mencongkel pintu ruang guru.

“Mereka kemudian mengambil unit laptop merek Acer warna abu-abu, dua unit laptop merk Lenovo warna hitam, dua buah carger laptop warna hitam, satu buah tas laptop warna hitam, satu buah celengan plastik warna kuning dan uang Rp.30 ribu,” ungkapnya.

Kemudian dari hasil pengembangan, sebelumnya pada Rabu (11/9)
mereka beraksi di SD 4 Dauhwaru dengan cara yang sama dan berhasil mengambil laptop merk HP warna abu-abu dan satu buah charge laptop dan uang Rp.100 ribu.

Akibat pencurian yang dilakukan kedua pemuda itu SD 2 Sangkaravgung mengalami kerugian Rp. 24 juta dan SD 4 Dauh Waru Rp.7 juta.

“Rencananya hasil curianya itu akan dijual untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tersangka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara dan saat ini masih dalam penyidikan,” pungkasnya. (nm/bpn/tim)

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular