JEMBRANA, balipuspanews.com– Pencarian terhadap BR,9, bocah yang tenggelam terseret arus saat mandi di laut dengan digendong oleh kakeknya Misnawar,51, pada Jumat (1/9/2023) akhirnya ditemukan.
Jenazah bocah kelas 2 SD yang tinggal di Banjar Ketapang Lampu itu ditemukan mengapung sekitar 2 mil di timur lokasinya tenggelam.
Memasuki hari ketiga Minggu (3/9/2023) tim Sar Gabungan kembali melakukan pencarian. Tim Sar mulai turun pukul 07.00 Wita dengan 21 orang personil gabungan dari Polairud Polres Jembrana sebanyak 10 Orang, Basarnas 9 Orang dab TNI AL 2 Orang menggunakan 2 speed boat KP. 1017 dari Polairud dan Ruber boat Basarnas.
Saat tim Sar Gabungan sedang melakukan penyisiran, sekitar pukul 08.05 Wita datang seorang perempuan ke Kantor Polairud Polres Jembrana. Perempuan bernama Halimah,52, warga Banjar Rening, Desa Cupel, Kecamatan Negara itu menginformasikan kalau suaminya Samsudin, 45, yang sedang melaut menemukan mayat di sekitar perairan Pengambengan.
Saat itu Samsudin baru pulang dari melaut secara tidak sengaja melihat ada mayat anak kecil telungkup yang mengapung di Pantai Dusun Ketapang Lampu, Desa Pengambengan.
Selanjutnya untuk memastikan dengan melihat secara lebih dekat ke lokasi temuan jenazah korban untuk meyakinkan bahwa itu benar jenazah korban yang telah dilaporkan tenggelam.
“Informasi ini kemudian di teruskan kepada tim SAR gabungan yang sedang melakukan penyisiran,”ujar Kapolres Jembrana, AKBP Dewa Gde Juliana.
Tim Sar gabungan kemudian menuju kelokasi dan pukul 08.20 Wita mayat korban di evakuasi dan di naikkan ke ruber boat SAR untuk di bawa ke darat. Setelah sampai di darat di lakukan pengecekan oleh orang tua korban yakni Mohamad Samin.
“Orang tua korban membenarkan bahwa mayat tersebut adalah anaknya,” jelasnya.
Kemudian mayat korban di bawa ke Puskesmas II Negara di Pengambengan. Setelah mendapat pemeriksaan oleh dokter Puskesmas korban di bawa ke rumah duka di banjar Ketapang lampu, Desa Pengambengan.
Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan



