BPJS Kesehatan Goes to Campus di FK Unud, JKN Dinilai sebagai Program Pro Rakyat dan Penggerak Ekonomi

- Advertisement -
- Advertisement -

DENPASAR, balipuspanews.com– Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud) menyambut positif pelaksanaan program BPJS Kesehatan Goes to Campus yang digelar pada Senin (29/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, FK Unud menilai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai salah satu kebijakan publik yang sangat berpihak kepada masyarakat dan memiliki peran penting dalam sistem kesehatan nasional.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, I Made Ady Wirawan, menyampaikan bahwa di tengah berbagai tantangan dan dinamika yang dihadapi, Program JKN telah memberikan kontribusi besar dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

“Program JKN dengan BPJS Kesehatan sebagai Badan Penyelenggara adalah kebijakan-kebijakan yang sangat pro rakyat. Dengan segala tantangan dan banyaknya dinamika, JKN merupakan kebijakan publik terbaik yang ada di negara Indonesia,” ungkap Ady.

Menurutnya, kehadiran BPJS Kesehatan di lingkungan perguruan tinggi menjadi momentum penting untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa, khususnya calon tenaga kesehatan, mengenai sistem jaminan kesehatan nasional sebelum terjun langsung ke dunia kerja.

BACA :  Mazda Hadir di BCA Expo Bali 2026, Tawarkan SUV hingga Mobil Listrik

“Sebagai calon tenaga praktisi kesehatan di lapangan, kita berharap kuliah hari ini bisa memberikan wawasan seluas-luasnya mengenai JKN, agar anak-anak kuliah ini bisa siap nantinya saat bekerja. Kita harus tahu bagaimana sistem kerja jaminan kesehatan kita. Terima kasih dengan terlaksananya program BPJS Kesehatan Goes To Campus hari ini, semoga bisa saling memberikan manfaat,” jelas Ady.

Dalam kuliah tamu tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, Elly Widiani, memaparkan perkembangan Program JKN yang kini tidak hanya berfungsi sebagai sistem perlindungan kesehatan, tetapi juga memberikan dampak luas terhadap perekonomian dan kesejahteraan sosial masyarakat.

Elly menjelaskan, berdasarkan kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Program JKN memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang signifikan terhadap perekonomian nasional. Program tersebut dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus instrumen perlindungan kesejahteraan sosial yang berkelanjutan, termasuk berkontribusi pada peningkatan angka harapan hidup masyarakat.

Hingga akhir 2025, Program JKN telah mencapai status Universal Health Coverage (UHC) di 35 provinsi di Indonesia. Jumlah peserta JKN tercatat mencapai 282,7 juta jiwa atau sekitar 98,62 persen dari total penduduk Indonesia, dengan tingkat keaktifan peserta secara nasional mencapai 81 persen.

BACA :  Diduga Korsleting Listrik, Rumah Kontrakan di Abang Karangasem Terbakar

“Tingginya kepercayaan masyarakat terlihat dari tingginya mobilitas pemanfaatan layanan yang mencapai rata-rata 2 juta kunjungan pasien setiap harinya. Untuk menopang kebutuhan medis masyarakat, BPJS Kesehatan menggelontorkan total beban biaya manfaat hingga Rp190,3 triliun yang tersalurkan melalui sinergi erat bersama 23.770 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 3.194 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL),” jelas Elly.

Selain memperluas cakupan kepesertaan, BPJS Kesehatan juga terus memperkuat kualitas layanan melalui transformasi digital dan peningkatan kemudahan akses bagi peserta. Upaya tersebut diwujudkan melalui slogan pelayanan “Mudah, Cepat, Setara”, yang bertujuan memastikan seluruh peserta memperoleh pelayanan yang adil tanpa diskriminasi.

Berbagai inovasi layanan digital juga terus dikembangkan untuk mempermudah peserta mengakses layanan administrasi maupun informasi kepesertaan tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.

“Sekarang sudah semakin mudah, saat berobat cukup menunjukkan KTP untuk berobat ke Faskes. Dengan Program JKN akses pengobatan sangat terbuka dan lebih mudah. Layanan administrasi dari BPJS Kesehatan juga semakin berkembang, layanan tatap muka selain di Kantor BPJS Kesehatan, juga dibuka melalui Mal Pelayanan Publik. Saat ini terdapat digitalisasi layanan yang semakin memudahkan melalui aplikasi Mobile JKN, layanan via Care Center 165, Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di 08118165165 yang juga hadir selama 24 Jam,” pungkas Elly.

BACA :  Singaraja Open Taekwondo Championship 2026, TI Buleleng Jaring Bibit Atlet dan Persiapkan Tim Porprov

Penulis: Kadek Adnyana

Editor: Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular