Kamis, Juni 25, 2026
spot_img

Bupati Badung Ajak Masyarakat Ingat “TIR” untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

- Advertisement -
- Advertisement -

BADUNG, balipuspanews.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin Apel Penguatan Petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 Kabupaten Badung di Jaba Pura Lingga Bhuwana, Puspem Badung, Selasa (23/6/2026).

Apel tersebut diikuti Forkopimda Badung, pejabat di lingkungan Pemkab Badung, jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Badung, serta petugas Sensus Ekonomi 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa petugas SE 2026 merupakan garda terdepan dalam menghimpun data ekonomi yang akurat sebagai dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan di masa mendatang. Karena itu, ia berpesan agar seluruh petugas menjalankan tugas dengan penuh integritas, disiplin, dan tanggung jawab.

“Datanglah dengan senyum, bangun kepercayaan, dan pulanglah membawa data berkualitas. Jadikan tugas ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, daerah, dan negara. Selamat bertugas, berikan yang terbaik untuk masyarakat dan Kabupaten Badung,” ujar Bupati.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Badung untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan menyambut petugas sensus secara baik serta memberikan informasi yang jujur, terbuka, dan sesuai kondisi sebenarnya.

BACA :  Penataan Titik Nol Sudah 90 Persen, Tahun Depan Penataan Akan Diperluas

Ia memperkenalkan slogan “TIR” sebagai pengingat bagi masyarakat, yakni T: Terima petugas Sensus Ekonomi 2026, I: Isi data dengan benar, dan R: Rahasia terjaga.

“Kami berpesan kepada masyarakat Badung untuk melaksanakan TIR. Ingat TIR, mari bersama sukseskan Sensus Ekonomi 2026,” pesannya.

Sementara itu, Kepala BPS Badung Made Bimbo Abdi Suardika menjelaskan bahwa sesuai Instruksi Presiden RI, selain mencatat usaha, Sensus Ekonomi 2026 juga diintegrasikan dengan pemutakhiran data sosial ekonomi keluarga.

Ia mengatakan, dari 146 ribu kepala keluarga (KK) di Badung yang telah tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), masih terdapat sekitar 10 persen atau sekitar 14.700 KK yang belum masuk dalam pendataan.

“Melalui SE 2026 ini saatnya petugas mencatat seluruh KK di Badung sehingga tidak ada yang terlewat dalam DTSEN. Sementara sekitar 130 ribu KK lainnya tetap akan didatangi untuk memutakhirkan data sosial ekonominya sehingga tingkat kesejahteraannya dapat diperbarui dari desil satu sampai desil 10. Dari 146 ribu KK di Badung, pada peringkat nasional hanya 20,71 persen yang masuk desil 1-5, termasuk yang terkecil kedua setelah Denpasar,” jelasnya.

BACA :  Drama Gong Tradisi “Tirta Usada Segara” Duta Badung Meriahkan PKB 2026, Angkat Sejarah dan Kearifan Lokal Tengkulung

Made Bimbo menambahkan, pelaksanaan pendataan melibatkan 399 petugas pendata lapangan, 53 petugas pemeriksa dan pengawas lapangan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sembilan petugas untuk usaha besar.

Secara nasional, Sensus Ekonomi 2026 dimulai pada 15 Juni. Namun, khusus di Bali pelaksanaannya dimajukan karena bertepatan dengan Hari Raya Galungan dan Kuningan, sehingga pendataan dimulai sejak 8 Juni dan akan berakhir pada 31 Agustus 2026.

“Hingga saat ini progres pendataan di Badung sudah mencapai 11,87 persen. Mudah-mudahan setelah penguatan komitmen ini proses pendataan berjalan lebih lancar sehingga progresnya semakin meningkat,” tambahnya.

Penulis : Kadek Adnyana
Editor : Oka Suryawan 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular