Rabu, Juni 17, 2026
spot_img

Bupati dan Wabup Badung Apresiasi Penampilan Peed Aya Duta Badung pada Pembukaan PKB XLVIII 2026

- Advertisement -
- Advertisement -

DENPASAR, balipuspanews.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung I Bagus Alit Sucipta memberikan apresiasi atas penampilan apik Duta Kabupaten Badung dalam pawai budaya (Peed Aya) pada Pembukaan dan Pelepasan Peed Aya Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026 di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala, Denpasar, Sabtu (13/6/2026).

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Wakil Bupati Badung I Bagus Alit Sucipta menghadiri Pembukaan dan Pelepasan Peed Aya Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026 di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (13/6/2026)
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Wakil Bupati Badung I Bagus Alit Sucipta menghadiri Pembukaan dan Pelepasan Peed Aya Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026 di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (13/6/2026)

Pawai budaya PKB XLVIII secara resmi dibuka dan dilepas oleh Wayan Koster bersama Ni Luh Enik Ermawati dan Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya yang ditandai dengan pemukulan kulkul. PKB tahun ini mengusung tema Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha (Memuliakan Jiwa Paripurna), yang menjadi spirit untuk menyucikan dan menjernihkan jiwa manusia melalui ruang seni, budaya, dan tradisi.

Ditemui usai Peed Aya, Bupati Adi Arnawa didampingi sang istri, Rasniathi Adi Arnawa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penampilan Duta Badung yang dinilai telah tampil maksimal serta mengikuti pawai dengan baik dan lancar.

“Kami sangat mengapresiasi para seniman Badung yang telah tampil maksimal dalam Peed Aya ini. Semoga untuk tahun ke depan dapat tampil lebih baik lagi,” ujarnya.

BACA :  Polisi Ungkap Kasus Pembuang Bayi, Pelaku Ngaku Pacarnya Tidak Bertanggungjawab

Bupati juga memberikan apresiasi terhadap keterlibatan penyandang disabilitas yang menjadi bagian dari Duta Badung dalam Peed Aya. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti adanya kesetaraan, di mana penyandang disabilitas juga mampu menunjukkan kemampuan menari dan tampil dalam pawai budaya tersebut.

“Keikutsertaan difabel ini, kami menginginkan adanya kesetaraan dan tidak ada perbedaan. Mereka juga bisa memanfaatkan ajang ini untuk berkreasi,” kata Bupati.

Pada kesempatan itu, Duta Kabupaten Badung mempersembahkan garapan bertajuk “Kala Mandala”, yang menggambarkan pertemuan ruang dan waktu sebagai sebuah cakra kehidupan, tempat manusia hadir, bergerak, dan disadarkan. Dalam gurnita yang tak pernah berhenti serta pelukan mandala yang melingkupi semesta, jiwa perlahan menemukan perjalanan sunyinya.

Peed Aya Badung diawali oleh pembawa papan nama daerah dan pasangan Jegeg Bagus yang mengenakan busana adat khas Badung. Kehadiran penari disabilitas menjadi penanda bahwa jiwa tidak diukur dari kesempurnaan raga, melainkan dari cahaya yang dipancarkannya.

Selain itu, ditampilkan pula Tari Sekar Jepun sebagai maskot Badung yang diiringi Gong Semar Pegulingan. Rejang Sutri turut dipentaskan sebagai simbol kelembutan, welas asih, dan kebijaksanaan yang menuntun harmoni kehidupan.

BACA :  Jelang Galungan dan Kuningan, Stok BBM di Gianyar Dipastikan Aman, Kapolres Siapkan Personel Antisipasi Antrean SPBU

Sebagai puncak penampilan, Duta Badung menyajikan kisah “Dewa Ruci”.
Keseluruhan sajian tersebut menjadi perjalanan utuh sebuah transformasi dari keramaian menuju keheningan, dari pencarian menuju penemuan, serta dari keterpisahan menuju persatuan.

Pada akhirnya, “Kala Mandala” menjadi pengingat bahwa hidup bukan sekadar berjalan dalam waktu, melainkan menyadari setiap langkah sebagai perjalanan pulang. Pulang pada diri, pulang pada cahaya, dan pulang menuju Atma Kerthi, pemuliaan jiwa Sidha Parisudha.

Penulis : Kadek Adnyana
Editor : Oka Suryawan 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular