JEMBRANA, balipuspanews.com – Untuk mempercepat menurunnya kasus positif Covid-19 di Bumi Makepung, selain terus menggencarkan vaksinasi juga dengan menerapkan isolasi terpusat (isoter) bagi warga yang terpapar. Penerapan isoter berbasis Desa/Kelurahan itu akan segera dilaksanakan di kecamatan Negara.
Sebelum dilaksanakan, Kamis (12/8/2021), Satgas Covid-19 Kecamatan Negara menggelar rapat koordonasi di kantor Camat. Pada rapat itu Camat Negara I Wayan Andi Suka Anjasmara memyampaikan terkait kegiatan Isoter berbasis Desa/Kelurahan agar nantinya masing-masing kepala kewilayahan segera menindak lanjuti dan bisa menyiapkan tempat berikut fasilitasnya yang layak.
“Namun masih banyak kita menemukan kendala karena belum adanya kejelasan petunjuk dan arahan dari pusat,” ujarnya.
Untuk rencana Swab Test ditempat berdasarkan hasil Tracking Terkonfirmasi Covid-19 wilayah Kecamatan Negara sehingga penyiapan tempat Isoter berbasis Desa/Kelurahan tentunya juga harus segera disiapkan.
Sehingga nantinya kegiatan tracking dan Swab Test bisa dilaksanakan lebih cepat dan hasilnya bisa lebih cepat diketahui serta bisa di isolasi pada tempat yang layak.
“Harapannya semoga nantinya Kab.Jembrana khususnya Kecamatan Negara segera bebas dari Covid-19 dan masuk zona hijau,” ungkapnya.
Danramil 1617-01/Negara Kapten Chb Drs. Karyanto menyampaikan Isoter berbasis Desa/Kelurahan ini nantinya dapat menampung masyarakat yang OTG Terkonfirmasi Covid-19 yang berasal dari wilayah lokasi Isoter itu, sehingga tidak ada warga dari lain wilayah dan dapat terlayani untuk fasilitas kesehatanya yang dikoordinir oleh masing-masing Kepala Puskesmas serta dilakukan pengamanan oleh TNI, Polri, BPBD, Kecamatan dan Satgas Covid-19 Desa/Kelurahan guna menekan laju maupun memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
“Mulai besok kegiatan Swab Test ditempat berdasarkan hasil Tracking Terkonfirmasi Covid-19 Wilayah Kecamatan Negara sudah mulai dilaksanakan, dimana hasilnya apabila hasilnya Terkonfirmasi Covid-19 wajib diisolasi pada lokasi Isolasi Terpusat yang disiapkan oleh Kabupaten maupun lokasi Isolasi Terpusat Berbasis Desa/Kelurahan,” jelasnya Kapolsek Negara AKP I Gusti Made Sudarma Putra mengatakan agar benar-benar disiapkan segala sesuatunya terkait Isoter berbasis Desa/Kelurahan agar ketika sudah berjalan benar-benar bermafaat untuk memutus mata rantai Covid-19 dan tidak ditemukan permasalahan maupun kendala.
Dari kegiatan Testing masih banyak ditemukan kendala khsusnya kurangnya petugas yang berkompeten dalam bidang tersebut karena dibutuhkan petugas khusus yang telah memiliki keahlian swaber serta adanya ketimpangan data terkait jumlah Testing berdasarkan hasil Tracking yang dikoordinir oleh Dinas Kesehatan.
“Kami Polri akan selalu bersinergi dengan TNI, Pemerintah Daerah, Instansi Terkait dan Pemerintahan di Desa serta masyarakat untuk selalu menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” jelasnya.
Kasi P2PM Dinas Kesehatan Ida Bagus Made Adnyana, menyampaikan kekurangan tenaga Testing, sudah disiapkan dan dilatih para Bidan Desa untuk melakukan kegiatan Testing tersebut dan mereka akan bertugas saat sudah ada hasil Tracking.
“Mulai besok kegiatan Testing di tempat akan mulai dilaksanakan berdasarkan hasil Tracking Kontak Erat Keluarga dan Rekan dalam satu Lingkungan Kerja dari Petugas Dinas Kesehatan yang bersinergi dengan TNI dan Polri serta apabila nanti hasilnya Terkonfirmasi Covid-19 akan diarahkan ke lokasi Isoter yang telah disiapkan Kabupaten maupun lokasi Isolasi Terpusat Berbasis Desa/Kelurahan bagi yang OTG dan apabila untuk yang bergejala akan dirujuk ke RSU Negara, sedangkan yang hasilnya Negatif Covid-19 agar dikarantina dirumahnya selama 5 hari dan pada hari ke 5 akan dilakukan Testing kembali untuk memastikan bahwa hasilnya memang Negatif Covid-19,” ungkapnya
Penulis : Anom
Editor : Oka Suryawan



