JEMBRANA, balipuspanews.com– Sebagai wujud bakti kepada anggota keluarganya yang sudah meninggal krama Desa Adat Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana menggelar upacara Pitra Yadnya secara kolektif. Upacara Pitra Yadnya itu yakni pengabenan dan memukur.
I Gusti Putu Olastaya selaku ketua panitia mengatakan pelaksanaan Pitra Yadnya ini diikuti total 92 peserta.
“Untuk upacara ngaben 17 peserta, dan memukur 75, sehingga total ada 92 peserta. Sementara untuk biayanya sendiri untuk ngaben Rp 4,5 juta sedangkan memukur 3 juta,”jelasnya.
Bupati Jembrana, I Nengah Tamba yang hadir bersama Forkopimda menyampaikan, dengan semangat gotong royong akan mempermudah masyarakat karena dilakukan bersama-sama utamanya dalam melaksanakan upacara Yadnya.
“Tentu jika dilakukan bersama, sesuai konsep di Bali menyama braya didalam melaksanakan upacara Yadnya akan terasa lebih mudah. Semoga jalannya upacara ini labda karya berjalan lancar,”harapnya.
Disamping itu Tamba juga mengajak seluruh krama masyarakat untuk selalu bersinergi dengan pemerintah daerah untuk bersama-sama mensukseskan program-program pemerintah daerah.
“Kita di Jembrana punya tagline Jembrana Emas 2026, astungkara nanti itu bisa terwujud untuk kemajuan Jembrana kedepan,”ucapnya.
Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan



