Dua Pendaki Bukan Tersesat, Tapi Temani Teman yang Keseleo Saat Naik Gunung Agung

Dua pendaki Gunung Agung, Karangasem, Bali yang dilaporkan tersesat di lereng gunung salah satunya mengalami keseleo kaki saat menaiki gunung tertinggi di Bali tersebut.
Dua pendaki Gunung Agung, Karangasem, Bali yang dilaporkan tersesat di lereng gunung salah satunya mengalami keseleo kaki saat menaiki gunung tertinggi di Bali tersebut.

KARANGASEM, balipuspanews.com – Dua pendaki Gunung Agung, Karangasem, Bali yang dilaporkan tersesat di lereng gunung salah satunya mengalami keseleo kaki saat menaiki gunung tertinggi di Bali tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kedua pendaki tersebut bernama Ketut Wiyasa asal Denpasar dan Ayu Widya Sari asal Denpasar.

Keduanya tidak bisa turun lantaran salah satunya yaitu Widya Sari mengalami keseleo sehingga satu rekannya yaitu Ketut Wiyasa tetap diatas untuk menjaganya.

Menurut pengakuan salah seorang rombongan yang telah berhasil turun, Rio Tama,25, asal Denpasar, dirinya dengan anggota rombongan yang lain tidak saling kenal lantaran mereka semua janjian melalui pesan chatting berantai.

“Kita tidak saling kenal, kami tahunya lewat pesan chatting, karena sebelumnya kita ikut mendaki lewat pesan berantai yang berisi ajakan “Siapa yang minat ikut mendaki ke Gunung Agung bisa invite kontak yang tertera,” ujar Rio.

Delapan orang rombongan diantaranya, Agus Wisnu, Made Sudarmadi, Nyoman Madra, Edi Suyana beserta Rio Tama, Sora dan Ketut Wiyasa serta Ayu Widya Sari berangkat dari Denpasar, pada Selasa malam (8/7/2020) sekitar pukul 23.00 wita dengan mengendarai tiga unit mobil dimana masing – masing dari mereka bertemu didalam perjalanan. Hingga rombongan tiba di areal parkir Pura Pasar Agung.

Sebelum mendaki, beberapa diantaranya termasuk Rio Tama dan dua orang yang masih tertinggal dikawasan lereng puncak kawah Gunung sempat sembahyang di Pura Pasar Agung. Disana mereka juga bertemu dengan tiga orang pendaki dari rombongan yang lain.

Pada Rabu (8/7/2020) dinihari sekitar pukul 01.30 wita, delapan orang rombongan beserta tiga orang anggota rombongan lain yang bertemu di Pura Pasar Agung mulai mendaki.

Hanya saja, ditengah perjalanan Rio Tama dan satu rekannya Sora,21, merasa tidak kuat dan memutuskan untuk tidak melanjutkan pendakian sementara enam orang rekan dan tiga pendaki lainnya tersebut melanjutkan pendakian.

“Saya dan teman saya tidak melanjutkan pendakian karena sudah tidak kuat lagi ditambah melihat medan yang sangat terjal sehingga memutuskan untuk kembali,” ungkap Rio.

Sambil menunggu rekannya, Rio bersama Sora kemudian perlahan turun dan sempat juga berpoto. Sampai akhirnya bertemu dengan tujuh orang pendaki yang sudah turun, diantaranya 4 orang rekannya dan tiga orang pendaki dari kelompok lain.

Tujuh orang tersebut, kemudian langsung turun dan mendahului Rio dan parahnya empat orang rombongan dari delapan orang tersebut langsung pulang meninggalkan empat orang rekan yang masih didalam perjalanan turun.

Sementara Rio dan Sora menunggu diparkir Pura Pasar Agung. Wiyasa yang masih berada diatas menjaga rekannya yang keseleo berhasil menghubungi adiknya dan kebetulan adiknya tersebut memiliki rekan bernama Nyoman Sutirtayasa yang tinggal di Karangasem.

“Kebetulan saya kenal dengan adiknya Wiyasa, dia teman SMA saya dulu, saya dihubungi bahwa kakaknya (Wiyasa) bersama rekannya mengalami kendala saat mendaki, saya sempat juga berkomunikasi dengan Wiyasa dan dikirimi titik koordinatnya kemudian saya laporkan ke Basarnas,” kata Sutirtayasa.

Hingga berita ini ditulis, tim Basarnas, BPBD, serta anggota Relawan Pasebaya telah berhasil menemukan kedua pendaki tersebut diatas hutan, hanya saja sejauh ini informasi terkait kondisinya belum bisa diketahui lantaran masih dilakukan proses evakuasi mengingat cuaca diseputar Gunung Agung tengah turun hujan dan berkabut.

PENULIS : Gede Suartawan

EDITOR : Oka Suryawan