Sabtu, Mei 18, 2024
BerandaNewsHukum & KriminalEmpat Pelaku Narkoba Dibekuk, Satu Residivis dan Satu Pegawai Kontrak

Empat Pelaku Narkoba Dibekuk, Satu Residivis dan Satu Pegawai Kontrak

JEMBRANA, balipuspanews.com– Satuan Reserse Narkoba Pokres Jembrana, berhasil menangkap tiga pelaku narkoba. Mereka yang ditangkap ini ada yang menjadi pengedar dan pemakai.

Pelaku pertana yang dibekuk yakni, IPNWV, 32, alias Dede, warga Kecamatan Negara. Dia ditangkap dipinggir jalan Danau Ranau, Linkungan Ketapang, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara.

Dia ditangkap setelah ada informasi adanya peredaran gelap narkotika yang diduga dilakukan oleh seseorang berinisial D yang merupakan residivis narkoba yang pernah menjalani hukuman di Lapas Kerobokan.

“Tim opsnal Satresnarkoba Polres Jembrana melakukan pembuntutan terhadap D yang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy Hijau DK 6803 ZM, sesampai di Jalan Pulau Ranau dia berhenti kemudian dilakukan penangkapan,”ujar Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto, Selasa (23/1/2024).

Saat digeledah pada saku celana sebelah kanan ditemukan plastik klip berisi kristal bening yang diduga narkotika, handphone yang pada pembungkusnya terdapat plastik klip berisi kristal bening yang diduga narkotika, pipet kaca, timbangan digital.

Pada sepeda motor ditemukan gunting kecil, pipet plastik dan dirumahnya ditemukan tutup bong, sendok dari pipet, 4 buah pipet.

“Dua buah plastik klip berisi kristal bening yang diduga narkotika dengan berat keseluruhan 0,43 gram bruto dan 0,13 gram netto,” jelasnya.

BACA :  Wawali Arya Wibawa Buka BRI REI Expo Bali

Tersangka diduga sebagai pengedar mengaku membeli atau menguasai atau menyimpan narkotika golongan I jenis sabu. Dia dikenakan psal 114 ayat 1 atau 112 ayat UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 4 Tahun dan maksimal 12 Tahun Penjara dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 milyar.

“Tersangka merupakan residivist narkoba yang pernah ditahan di Lapas Kerobokan,” ungkapnya.

Pelaku kedua yang ditangkap yakni IKBAS, 30, alias Ari, beralamat di Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana dan IMDA, 50, alias Loleng, beralamat di Kelurahan Daugwaru, Kecamatan Jembrana. Keduanya ditangkap saat berada dipinggir jalan sedang bercakap-cakap. Lalu mereka yang berboncengan menggunakan motor Honda Supra.

Sampai dijalan Pulau Jawa Gang I, Lingkungan Srimandala, Kelurahan Dauhwaru. Lalu Ari
turun dan mengambil sesuatu dibelakang pelinggih (pura), dan ketika didekati oleh petugas kepolisian Loleng melarikan diri Kemudian Ari diintrogasi dan dilakukan pemeriksaan pada tangan kanan memegang bungkus teh rio yang didalamnya berisi plastik klip berisi kristal bening yang diduga narkoba, dan tangan kiri memegang handphone yang ketika dibuka berisi alamat tempat pengambilan narkoba.

BACA :  Sinergitas KemenPPPA Pastikan Akses Keadilan bagi Perempun Berhadapan dengan Hukum

Dia mengaku diajak Loleng untuk mengambil narkoba dengan imbalan akan diajak memakai narkoba. Kemudian Loleng menyerahkan diri dengan dibantu oleh Kepala lingkungan Menega.

Dia mengakui bahwa membeli narkotika dari seseorang bernama ZERO dengan harga Rp 700 untuk dijual kembali dan kelebihannya akan digunakan bersama dengan Ari.

“Kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat 1,06 gram bruto atau 0,88 gram netto,”jelasnya.

Mereka dipersangkakan pasal 114 ayat 1 atau 112 ayat UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika Ancaman minimal 4 Tahun dan maksimal 12 Tahun Penara dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 milyar.

Pelaku lainnya yang dibekuk adalah, IKMAK, 36, alias Arik, pekerjaan pegawai kontrak, di Satpol PP Pemkab Jembrana beralamat di Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara.
Arik ditangkap saat patroli gabungan Polres Jembrana.

Saat itu, diperoleh informasi akan adanya transaksi narkotika di seputaran jalan Gatot Subroto. Lalu dilihat seseorang dengan gerak gerik mencurigakan, kemudian saat didekati petugas Arik nampak menjatuhkan sesuatu yang ketika didekati adalah plastik klip yang berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu.

BACA :  Manfaatkan Mobile IP Clinic, Buleleng Akan Daftarkan Cipta Karya Daerah

Arik lalu dibawa ke kantor dan dilakukan pendalaman dengan melakukan tes kit terhadap urine dan barang bukti menunjukkan positif narkotika jenis sabu-sabu. Arik mengakui bahwa plastik klip yang diduga narkotika tersebut adalah miliknya yang rencananya akan diguakan sendiri.

‘Dia, mengakui telah memakai narkotika sejak bekerja di Denpasar,”ungkapnya.

Pada sepeda motor yang dibawa ditemukan tas pinggang warna hitam yang didalamnya berisi gunting kecil, sendok yang terbuat dari pipet dan korek api gas. Narkotika, tersebut diakui diperoleh dengan cara membeli dari inisial K seharga Rp 380 ribu.

Adapun barang bukti yang diamankan antara lain satu plastik klip berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat 0,31 gram bruto atau 0,14 gram netto, satu korek api gas, satu sendok dari pipet, dan satu guntung kecil.

Atas tindakannya tersebut, tersangka dijerat pasal 112 ayat 1 atau 127 ayat 1 huruf a UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman paling lama 4 Tahun.

“Kami masih melakukan pengembangan tempat tersangka membeli narkotika,” pungkasnya.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular