Singaraja, balipuspanews.com — Fenomena colek pamor masih menggemparkan warga di Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Nah, hingga saat ini, guratan misterius berwarna putih itu telah menghiasi di sembilan pelinggih milik warga setempat.
Goresan putih di sejumlah sanggah merajan terjadi, baik di Banjar Pejarakan dan Banjar Banyuwedang.
Pada Senin (5/11) pagi, giliran Kelian Adat Desa Pejarakan, Putu Suastika yang dibuat heboh. Pelinggih Lebuhnya secara misterius terdapat goresan putih tersebut.
Dihubungi melalui saluran telepon, Kelian Suastika mengatakan, guratan putih itu baru diketahui pada Senin (5/11) pagi, saat seorang tamu datang ke rumahnya. Tamu itu lah kata Suastika yang pertama kali melihat adanya guratan putih yang mengiasi di Pelinggih Lebuhnya. Kendati demikian, Suastika mengaku biasa saja dalam menghadapi adanya fenomena colek pamor tersebut.
“Selama tidak menimbulkan sebuah permasalahan, saya tidak terlalu menanggapi. Tadi pagi di pelinggih saya juga ada guratan itu. Situasi di rumah nyatanya baik-baik saja. Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa. Kami anggap itu sebagai anugerah. Jangan meboye juga,” katanya.
Terkait adanya fenomena colek pamor ini, Suastika mengaku telah melakukan koordinasi dengan pihak majelis desa adat. Hasilnya, seluruhnya sepakat untuk tidak terlalu menanggapi. Apakah akan ada ritual khusus yang akan dilakukan oleh krama di Desa Pejarakan terkait fenomena ini? “Belum ada. Itu kan hanya contrengan. Astungkara itu hanya pesan agar kita sebagai umat beragama meyakini adanya Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” terangnya.
Diberitakan sebelumnya, warga di Banjar Banyuwedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng digemparkan dengan munculnya guratan misterius berwarna putih pada Sabtu (3/11) malam. Garis yang disangkutpautkan dengan fenomena Colek Pamor ini terdapat di pelinggih Sanggah Merajan milik Ketut Kutang.
Fenomena ini beredar di media sosial Instagram dan Facebook melalui dua potongan video, hingga mengundang perhatian para netizen. Video pendek berdurasi 24 detik dan 59 detik yang mengundang kesan mistis itu, diposting oleh akun bernama Rodi Baley.
Perbekel Desa Pejarakan, Made Astawa saat dikonfirmasi, membenarkan terjadi peristiwa colek pamor di bangunan pelinggih sanggah merajan milik Ketut Kutang. Katanya, garis tebal berwarna putih itu terdapat di hampir seluruh pelinggih yang ada di Merajan milik Ketut Kutang. Seperti di Jero Gede, Penunggun Karang dan Rong Telu.
“Iya memang ada mejadian itu (colek pamor,red). Diketahui oleh pemilik Merajan sekitar pukul 22.00 Wita. Saya sudah sempat ke sana mengecek, dan memang benar ada garis putih itu hampir di setiap pelinggih yang ada,” ungkapnya.



