Gas Hasil Oplosan Dikirim Keluar Bali Lewat Padangbai, Pengawasan Pelabuhan Jadi Sorotan

- Advertisement -
- Advertisement -

KARANGASEM, balipuspanews.com – Terbongkarnya praktik pengoplosan gas LPG subsidi di Karangasem mulai membuka fakta yang lebih mengejutkan. Tak hanya merugikan negara hingga ratusan juta rupiah, gas hasil oplosan itu diduga kuat telah dikirim keluar Bali melalui jalur Pelabuhan Padangbai menuju NTB.

Temuan ini sekaligus memunculkan pertanyaan besar terhadap sistem pengawasan di pintu penyeberangan. Bagaimana truk bermuatan LPG oplosan bisa lolos dan diseberangkan dengan leluasa.

Kapolres Karangasem, AKBP I Made Santika, mengakui bahwa hasil penyelidikan sementara menunjukkan gas oplosan memang didistribusikan ke luar Bali menggunakan truk yang ditutup terpal untuk mengelabui petugas.

“Gas hasil oplosan dikirim ke pulau seberang melalui Padangbai menggunakan truk tertutup terpal,” ujarnya, Senin (12/5/2026).

Kasus ini pun dipastikan belum berhenti pada para tersangka yang telah diamankan. Polisi membuka peluang adanya pihak lain yang ikut bermain dalam rantai distribusi ilegal tersebut, termasuk kemungkinan adanya oknum yang membantu proses penyeberangan barang.

“Di pelabuhan tentu ada penanggung jawabnya. Namun kami tidak masuk sejauh itu, Ini masih terus kami koordinasikan dan kembangkan apakah ada potensi keterlibatan pihak lain,” tegasnya.

BACA :  Klungkung Dorong Pemutakhiran DTSEN dan Pembentukan Sekolah Rakyat

Sebagai langkah antisipasi, Polres Karangasem telah menginstruksikan jajaran Polsek Padangbai dan Polsek Manggis untuk memperketat sidak kendaraan, terutama truk-truk mencurigakan yang melintas pada jam rawan.

Sementara itu, pihak Pertamina menegaskan distribusi LPG subsidi memiliki wilayah edar dan kuota yang sudah ditentukan secara ketat. Jika gas subsidi dialihkan keluar daerah, maka hal itu bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi menyebabkan kelangkaan LPG di wilayah yang seharusnya menerima pasokan tersebut.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi pengawasan distribusi energi bersubsidi. Di tengah masyarakat yang masih kesulitan mendapatkan LPG subsidi, justru muncul praktik oplosan yang diduga dijadikan ladang bisnis ilegal lintas daerah.

Penulis: Gede Suartawan
Editor: Oka Suryawan 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular