Minggu, Juli 21, 2024
BerandaDenpasarGubernur Koster: ASITA Bali Mutlak Harus Bersatu

Gubernur Koster: ASITA Bali Mutlak Harus Bersatu

DENPASAR, balipuspanews.com – Keberadaan dua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA)  di Bali harus disatukan, bagaimanapun caranya. ASITA bersatu mutlak harus dilakukan, jika ASITA bersatu maka pelaku usaha akan merasa nyaman.

“Malu kita kalau di Bali ada dua ASITA, jika ekosistem pastiwisata Bali kurang bagus maka akan memiliki dampak buruk terhadap citra pariwisata Bali, begitu sebaliknya jika ekosistem pariwisata bagus, maka wisatawan pasti akan datang ke Bali, maka dari itu ASITA bersatu mutlak harus dilakukan,” demikian pernyataan tegas Gubernur Koster dihadapan kedua pimpinan ASITA di kediaman Gubenur, Senin (1/3/2021).

Gubernur Bali yang saat itu didampingi, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, anggota Kelompok Ahli Pembangunan bidang Pariwisata antara lain, I G.A.N. Rai Surya Wijaya, Gst. Kade Sutawa dan I Ketut Jaman menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Provinsi Bali sedang melakukan pembenahan kepariwisataan Bali dengan mengeluarkan beberapa Perda seperti Perda Nomor 1 tahun 2020 tentang Kontribusi Wisatawan untuk Perlindungan Lingkungan Alam dan Budaya Bali, Perda Nomor 5 Tahun 2020 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali, dan Pergub Nomor 28 tahun 2020 tentang Tata Kelola Pariwisata Bali. Saat ini juga sedang disiapkan tatanan pelaksanaan Perda dan Pergub Kepariwisataan Bali tersebut.

BACA :  Selidiki Helikopter Jatuh, Tim Investigasi Turun ke Lokasi

Pemprov Bali juga sedang membangun Sumber Daya Manusia Pariwisata yang berkualitas termasuk SDM yang dimiliki ASITA Bali. Dalam usaha menata kepariwisataan Bali yang beberapa tahun terakhir tampak lepas control, maka seluruh pelaku pariwisata yang ada di Bali harus solid.

Jika ada organisasi/asosiasi pariwisata di Bali yang terpecah, maka usaha untuk membangun Kepariwisataan Budaya Bali yang berkualitas dan berkelanjutan akan jauh dari harapan dan hal tersebut juga mencoreng citra kepariwisataan Bali baik di Indonesia maupun di mata internasional, jelas Koster.

“Semua pelaku usaha perjalanan wisata yang ada di bawah ASITA harus saling berteman. Kalau ASITA Bali tidak bersatu malu lah kita dengan Pemerintah Pusat. Silakan buat Musdalub tapi sebelum Musdalub silakan berembug dulu mulai dari pengurus terbatas untuk menemukan titik temu kemudian baru disampaikan ke anggota, supaya Musdalub yang dilaksanakan bisa berjalan lancar,” tambah Gubernur asal Sembiran tersebut.

Sementara itu, Ketua ASITA 71, Putu Winastra menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali dalam hal ini Gubernur Bali yang sudah memliliki perhatian sangat besar terhadap kondisi ASITA Bali saat ini. Secara prinsip ia sangat setuju untuk mempersatukan DPD ASITA Bali dan siap akan melaksanakan apa yang telah diintruksikan Gubernur.

BACA :  Beras CPP Kembali Disalurkan kepada Belasan Ribu KPM 

Pada kesempatan tersebut Winastra mohon agar Pemerinta Provinsi Bali dapat memfasilitasi pelaksanaan Musdalub yang akan dilaksanakan.

Senada dengan Winastra, ketua ASITA Bali, Komang Banuartha juga menyatakan kesiapannya untuk menjalankan semua arahan Gubernur.

Penulis/Editor : Budiarta/Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular