Gianyar, balipuspanews.com – Potensi terjadinya politik uang terjadi di Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, kedepannya sangatlah penting diwilayah ini dilakukan sosialisasi yang lebih intens soal politik uang.
“Tegalallang Kecendrungan untuk menerima politik uang lebih tinggi di Kecamatan lainnya di Gianyar,” kata Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Udayana, Dr Ni Made Ras Amanda Gelgel usai cara Focus Group Discussion Riset Penelitian evaluasi penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Gianyar yang diselenggarakan oleh KPU Gianyar di Rumah Luwih, Gianyar, Rabu (19/9).
Ia mengatakan alasan mau menerima uang, jelas Gelgel memang lantaran pragmatis. Namun, kendati menerima uang belum tentu mereka akan memilih.
“Jadi uang tidak menjadi ukuran untuk memilih pasangan yang memberikan uang,” ujarnya.
Secara menyeluruh untuk melakukan penelitian ini, pihaknya menggunakan metode kuisener responden sebanyak 510 lembar di 7 Kecamatan.
Melihat hasil kajian tersebut, kedepannya di daerah Tegallalang sangat penting untuk dilakukan sosialisasi soal politik uang.
Yang pastik secara menyeluruh berdasarkan hasil analisa yang dilakukan bahwa uang menjadi suatu yang diharapkan sekitar 21,1 persem terhadap kandidat.
Walaupin bukan yang tertinggi akan tetapi menjadi indikasi sebagian responden mengharapkan pe,nerianm atau pembagian uang. Hasil analisa data menunjukkan bahwa 71 persen responden akan menolak proses poloitik uang dalam mempengaruhi memilih nantinya.
Politik uang tidak mempengaruhi signifikan dalam Pilkada Gianyar, pemilih lebih melihat kinerja dari kandidat tersebut.
Sementara itu, dalam kegiatan evaluasi itu hadir Ketua KPU Gianyar, Anak Agung Putra sedangkan dari Provinsi hadir anggota KPU, I Wayan Jondra. (art/bpn/tim)



