Hasil Tangkapan Nelayan Tak Terbeli, Dewan Turun Tangan

- Advertisement -
- Advertisement -

JEMBRANA, balipuspaneews.com– Nelayan di pesisir Desa Pengambengan dan Desa Perancak resah. Mereka terancam merugi karena puluhan ton ikan hasil tangkapan mereka sejak dua hari lalu tidak terbeli.

Informasi yang dihimpun, tidak lakunya ikan hasil tangkapan nelayan itu karena tidak mau dibeli oleh pabrik pengolahan ikan. Itu terjadi karena ada informasi akan ada inspeksi di Pelabuhan Muncar Banyuwangi sehingga pabrik sementara memilih tidak mengambil ikan dari nelayan Jembrana.

Imbasnya selain harga ikan anjlok ikan juga tidak laku dan mereka mengancam akan membuang ikan itu kelaut jika tetap tidak terbeli.

Mendapat informasi itu anggota DPRD Jembrana, I Ketut Suastika bersama H Sajidin, dan I Ketut Suastika Yasa serta Kadis Perhubungan Perikanan dan Kelautan Jembrana, Ketut Wardana Naya dan instansi terkait lainya turun ke Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan, Jumat (30/8/2024).

Dahlan, seorang belantik ikan di PPN Pengambengan, mengatakan harga ikan saat ini anjlok. Sebelumnya harga ikan Rp 3.000 per kilogram, namun sekarang cuma Rp1.500.

“Dengan harga yang anjlok ini jelas nelayan sangat dirugikan,” ujarnya.

BACA :  Dorong Sport Tourism, Wawali Arya Wibawa Raih Penghargaan Special Recognition Award – Outstanding Leadership in Advancing Sport Tourism in Bali 2026

Akibat harga yang anjlok maka otomatis nelayan merugi arena biaya operasional yang tinggi tidak sebanding dengan pendapatan yang didapat.

“Biasanya saya bisa menjual satu ton sekarang hanya 200 kilo saja, sejak pagi memang kami sulit menjual ikan tangkapan kami. Yang tidak laku terpaksa kami buang kelaut,” ungkapnya.

Risqi, belantik lainnya, menduga penurunan harga ini terkait dengan isu sidak di Pelabuhan Muncar, bahkan ada pabrik tutup.

“Jadi perusahaan di sini takut mengambil ikan,” ujarnya.

Heru belantik ikan lainnya berharap ada solusi yang terbaik sehingga ikan bisa terjual dengan harga yang normal.

Sementara Anggota DPRD Jembrana, I Ketut Suastika menyampaikan tidak tahu pasti apa penyebab ikan tangkapan nelayan tidak terbeli.

“Pabrik-pabrik yang sebelumnya membeli ikan tangkapan nelayan tidak membeli. Namun setelah kami turun dan berkoordinasi akhirnya semua tertangani. Tapi kami harap tidak hari ini saja. Namun ke depan agar lebih lancar. Kalau terkait harga kami tidak bisa intervensi. Kami harap masalah ini bisa disikapi serius,” ungkapnya.

BACA :  Sahkan Pertimbangan RUU APBN 2027, DPD RI Usulkan TKD Naik Jadi Rp760 Triliun

Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Jembrana, I Ketut Wardana Naya, menyampaikan akan mencari solusi sehingga ikan tangkapan nelayan bisa terus terserap.

“Untuk hari ini, ikan sudah terserap, tapi kita akan koordinasi dengan pabrik untuk memastikan harga tidak terus turun dan setiap hari hasil tangkapan nelayan bisa terserap,”ujarnya.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular