HP Mahasiswa Dijambret Saat Buka Google Maps, Residivis Dibekuk

Residivis jambret yang berhasil diamankan pihak kepolisian
Residivis jambret yang berhasil diamankan pihak kepolisian

KUTA, balipuspanews.com – Baru keluar dari penjara Lapas Kerobokan, residivis jambret yang satu ini berulah lagi.

Pria berinisial TB,36, asal Desa Wanasari, Kecamatan Nagra, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. TB ditangkap Tim Opsnal Reskrim Polsek Kuta setelah menjambret seorang mahasiswa bernama Suharndoyo,32.

Menurut Kapolsek Kuta Kompol Orpa SM Takalapeta, korban Suharndoyo merupakan seorang mahasiswa asal Sulawesi Tenggara. Ia ke Bali sedang berlibur bersama temannya. Malam itu sekitar pukul 21.30 WITA, korban berkendara bersama temannya di Jalan Sri Kresna, Legian, Kecamatan Kuta, pada Kamis (19/5/2022).

Dalam perjalanan, teman korban yang dibonceng mengambil HP untuk mengecek lokasi yang akan mereka tuju. Nahas belum lama mengecek, tiba-tiba HP miliknya dirampas dari arah belakang oleh tersangka.

Baca Juga :  Bertepatan HUT Kota Tabanan ke-529, Bupati Tabanan Resmikan Perubahan Nama RSUD Nyitdah Menjadi RSUD Singasana

Tidak terima HP-nya dirampas, korban yang menginap di salah satu villa di Jalan Nakula, Kelurahan Seminyak, Kuta, melakukan perlawanan. Keduanya mengejar pelaku. Namun sayang setiba di simpang Nakula, Kuta, mereka kehilangan jejak penjambret.

Meski demikian, kedua korban bernasib mujur karena bisa hapal ciri-ciri sepeda motor yang digunakan penjambret saat beraksi. Dimana penjambret diketahui mengendarai sepeda motor Yamaha Nmax warna Hitam.

“Penjambret naik NMAX. Korban melaporkannya ke Polsek Kuta,” ujarnya.

Kompol Orpa SM Takalapeta melanjutkan setelah menerima laporan korban, pihaknya mengerahkan personil ke wilayah Kuta. Berdasarkan identitas kendaraan yang digunakan, penjambret berhasil ditangkap tanpa perlawanan sehari kemudian, pada Jumat (20/5/2022).

Akhirnya, tersangka TB ditangkap di kamar kosnya di kawasan Denpasar Selatan. Dari keterangan tersangka, HP jambretan dijual seharga Rp 2,5 juta ke temannya berinisial MT. Padahal HP tersebut dibeli korban seharga Rp 8 juta.

Baca Juga :  Penilaian Observasi Seleksi PPPK Guru Dilanjutkan

“Saat ditangkap, tersangka langsung mengakui perbuatannya. Ia mengatakan HP hasil curian dijual murah Rp 2,5 juta ke temannya berinisial MT,” beber Kapolsek Orpa.

Setelah didalami, HP itu berhasil diamankan setelah pembeli MT dipancing datang ke kos tersangka. Sementara di kamar kos sudah ada Polisi yang menunggu.

“Tersangka ini merupakan seorang residivis kasus jambret,” ujarnya.

Barang bukti yang diamankan dari tersangka yakni HP korban, 1 unit sepeda motor Yamaha Nmax yang digunakan saat beraksi. Tersangka sendiri dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Penulis : Kontributor Denpasar

Editor : Oka Suryawan