GIANYAR, balipuspanews.com – Identitas pria yang ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Ayung, Banjar Kedewatan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, akhirnya berhasil diungkap. Korban diketahui berinisial S,32, seorang pekerja proyek villa asal Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Keluarga korban menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak mengajukan tuntutan kepada pihak mana pun.
Sebelumnya, warga dan pekerja di sekitar lokasi dikejutkan dengan penemuan sesosok jenazah laki-laki yang tersangkut di aliran Sungai Ayung pada Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 10.00 WITA. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara, mengatakan bahwa setelah penemuan jenazah, pihaknya bersama tim Opsnal Polsek Ubud dan Satreskrim Polres Gianyar langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta penyelidikan untuk mengungkap identitas korban.
“Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi di lokasi proyek vila tempat korban bekerja, identitas korban berhasil diketahui. Korban merupakan pekerja proyek yang selama ini tinggal di bedeng proyek di wilayah Kedewatan,” ujar Kompol I Wayan Putra Antara, Minggu (21/6/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban diketahui bekerja di sebuah proyek vila yang berlokasi di Banjar Kedewatan. Mandor proyek,CA, mengaku terakhir kali melihat korban pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 17.00 WITA saat masih bekerja bersama di lokasi proyek.
“Korban terakhir terlihat bekerja seperti biasa. Saat itu korban mengenakan kaus hitam dan celana pendek. Setelah jam kerja berakhir, korban tidak terlihat lagi oleh rekan-rekannya,” jelas Kapolsek.
Keterangan lain diperoleh dari rekan kerja korban, BHA. Ia mengungkapkan bahwa beberapa hari sebelum kejadian, korban sempat mengajak dirinya untuk memancing di sungai yang berada di sebelah barat proyek vila.
Menurut keterangan saksi, pada Minggu (14/6/2026), korban sempat berkata, “Mas, yok kapan-kapan kita mancing,” sambil menunjuk ke arah Sungai Ayung yang berada di dekat lokasi proyek.
Saksi juga mengaku terakhir melihat korban pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 15.00 WITA ketika berjalan menuju bedeng proyek. Namun hingga malam hari korban tidak kembali untuk makan malam bersama pekerja lainnya. Saat bangun tidur keesokan paginya, korban juga tidak ditemukan berada di bedeng.
Dari hasil pendalaman yang dilakukan polisi, tidak ditemukan adanya permasalahan maupun perselisihan antara korban dengan sesama pekerja selama bekerja di proyek tersebut.
“Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan hasil penyelidikan yang kami lakukan, tidak ditemukan adanya indikasi korban memiliki konflik dengan pekerja lain. Selama kurang lebih satu minggu bekerja di proyek tersebut, korban dikenal baik dan tidak pernah terlibat cekcok dengan rekan kerjanya,” terang Kompol I Wayan Putra Antara.
Korban diketahui berinisial S, beralamat di Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Setelah identitas korban berhasil dipastikan, pihak kepolisian segera menghubungi keluarga korban. Pada Sabtu (20/6/2026), keluarga korban datang ke Gianyar dan bertemu dengan pihak kepolisian serta mandor proyek untuk membahas penanganan lebih lanjut.
Dalam pertemuan tersebut, keluarga menyatakan menerima kematian korban sebagai musibah dan tidak mengajukan tuntutan kepada pihak mana pun.
“Keluarga korban telah datang dan menyampaikan bahwa mereka menerima kejadian ini sebagai musibah. Keluarga juga tidak menuntut pihak mana pun atas meninggalnya korban,” kata Kapolsek Ubud.
Selain itu, keluarga meminta bantuan kepada pihak mandor proyek terkait proses pemulangan jenazah ke kampung halaman di Banyuwangi. Permintaan tersebut disanggupi oleh pihak mandor.
Pada Minggu (21/6/2026), jenazah korban telah dibawa pulang oleh pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya.
Kapolsek Ubud menegaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan seluruh tahapan penanganan, mulai dari olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi, koordinasi dengan keluarga korban hingga proses identifikasi.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban. Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai maupun kawasan yang memiliki medan berisiko demi menghindari kejadian serupa,” pungkasnya.
Penulis : Ketut Catur
Editor : Oka Suryawan




