Kagumi Jatiluwih, Mentan Harap Tidak Ada Alih Fungsi Lahan

Mentan didampingi rombongan dan pejabat yang menyambutnya berbincang-bincang dengan salah satu petani di Desa Jatiluwih
Mentan didampingi rombongan dan pejabat yang menyambutnya berbincang-bincang dengan salah satu petani di Desa Jatiluwih

TABANAN, balipuspanews.com – Di tengah pandemi covid-19, Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo kunjungi DTW Jatiluwih di Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan, pada Jumat (11/12). Kunjungan kerja tersebut dengan agenda memantau pertanian terasering yang saat ini sudah selesai masa panen.

Tiba sekitar pukul 16.00 Wita, Menteri Syahrul Yasin Limpo disambut sejumlah pejabat dari Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Hadir pula anggota DPR RI I Made Urip.

Begitu tiba di lokasi Mentan kemudian memantau area persawahan menggunakan kendaraan trail. Mentan pun memuji Kabupaten Tabanan karena memiliki resort pertanian yang bagus dan indah, juga terkenal dengan sistem subaknya.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan mengatakan subak tidak hanya beraktivitas dengan menanam padi saja tetapi harus dicoba dengan budidaya ikan atau yang dinamakan mina padi. Menurutnya, bibit ikan nanti akan dibantu langsung dari pusat dengan membuat kelompok.

“Biar petani tidak hanya menghasilkan padi, di beberapa daerah, kita harus coba tumpang sari dengan ikan namanya program mina padi. Di beberapa tempat sudah berhasil apalagi airnya jernih sehingga pola ini akan jadi pola yang klasik,” ujarnya.

Menteri Yasin Limpo juga menyatakan tak hanya ikan, dia juga akan mendorong untuk pemeliharan sapi. Karena menurutnya potensi untuk memelihara sapi juga bagus.

“Untuk sapi segera buat kelompok, nanti akan saya koordinasikan ke dirjen. Jeruk juga bagus potensi disini,” imbuhnya.

Karena memiliki potensi yang masih alami dan di dukung oleh budaya yakni subak yang jadi model, Menteri Yasin Limpo meminta kepada Pemerintah Tabanan dan Provinsi Bali untuk menjaga kelestarian tersebut.

Apalagi Jatiluwih sudah masuk sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD) jangan sampai terjadi alih fungsi lahan.

“Ini heritage jangan boleh ada yang ganggu, tolong Pak Sekda jangan sampai terjadi alih fungsi lahan, supaya kedepan tetap indah dan makin bagus,” pintanya.

Atas kondisi tersebut, Menteri Yasin Limpo pun berjanji kepada Kabupaten Tabanan akan membantu secara maksimal. Khusus mina padi diminta untuk segera diwujudkan.

“Ayo bulan depan sudah bisa ditindaklanjuti ayo kita tembus pasar ekspor,” ajaknya.

Sementara, Sekda Tabanan I Gede Susila yang saat itu hadir mewakili Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti sangat mengapresiasi niat tulus dari Kementerian Pertanian RI. Ia pun berharap, apa yang dikatakan oleh Menteri Yasin Limpo segera bisa diwujudkan, sehingga semakin mampu mensejahterakan masyarakat Tabanan dan juga menjaga kelestarian alam Tabanan.

Penulis : Ngurah Arthadana 

Editor : Oka Suryawan