Senin, Juni 24, 2024
BerandaDenpasarKasus DBD di Klungkung Alami Peningkatan

Kasus DBD di Klungkung Alami Peningkatan

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kabupaten Klungkung terus mengalami peningkatan Klungkung. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Klungkung, kasus demam berdarah pada bulan Januari hingga Mei 2024 Februari mencapai 508 orang pasien. Dari jumlah tersebut, dua orang diantaranya meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Klungkung, drg. Gusti Ayu Ratna Dwijawati menjelaskan kalau kasus demam berdarah pada bulan Januari 2024 sebanyak 52 pasien. Jumlah tersebut mengalami peningkatan di bulan Februari sebanyak 98 orang dan meninggal satu orang. Peningkatan cukup signifikan terjadi pada bulan Maret sebanyak 101 orang dan bulan April sebanyak 162 orang.

Sementara bulan Mei, jumlah kasus DB mencapai 95 orang dengan satu orang meninggal dunia. Jumlah itu terdata dari seluruh puskesmas yang tersebar di Kabupaten Klungkung. Yang mana kasus DBD terbanyak ditemukan di Puskesmas Klungkung II, yakni 118 orang pasien. Sedangkan kasus paling sedikit terdeteksi di Puskesmas Nusa Penida II sebanyak 17 kasus.

Sementara itu menindaklanjuti lonjakan kasus DBD ini, drg. Gusti Ayu Ratna Dwijawati mengatakan pihaknya sejatinya sudah melakukan berbagai upaya antisipasi. Tidak hanya dengan menggencarkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), namun juga
abatisasi massal di desa-desa, Bahkan program ini sudah berjalan di desa-desa sejak bulan Februari lalu.

BACA :  Sekaa Gong Batur Mahaswara, Tampilkan Garapan Seni 100% Otentik Rasa Desa Batuan

“Tujuan program abatisasi massal ini untuk membunuh jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti dan mencegah terjadinya wabah DBD,” ungkapnya.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga menyediakan layanan rapid tes DBD di masing-masing puskesmas. Layanan ini dilakukan bertujuan untuk deteksi dini bila terjadi penurunan trombosit pada pasien dengan gejala demam. Bahkan layanan ini sudah tersedia di semua puskesmas di Kabupaten Klungkung dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang bergejala.

“Ini merupakan salah satu upaya kita mendeteksi dini DBD. Layanan rapid diagnostic test (RDT) DBD disediakan oleh pemerintah pusat dan langsung disediakan di puskesmas untuk deteksi dini DBD,” pungkasnya.

Penulis: Roni
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular