Kebakaran di TPA Suwung, Petugas Damkar Dikerahkan ke Lokasi

- Advertisement -
- Advertisement -

DENPASAR, balipuspanews.com – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Desa Sesetan, Denpasar Selatan kembali diamuk si jago merah, pada Rabu (8/5/2024). Petugas damkar hingga kini terus bekerja agar amukan api tidak meluas seperti dulu lagi.

Kebakaran TPA Suwung tersebut viral di media sosial. Dari video yang tersebar luas di medsos, tampak asap hitam membumbung tinggi dari lokasi tersebut. Bahkan, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar sedang berusaha menjinakkan si jago merah.

Dihubungi awak media, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar Made Tirana membenarkan TPA Suwung kembali terbakar.

“Benar, petugas hingga kini masih dalam penanganan,” jawabnya singkat, Rabu (8/5/2024).

Keterangan terpisah disampaikan Kabid Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar Wayan Karma. Ia menjelaskan kebakaran ini terjadi sejak pukul 15.16 WITA.

“Ada satu titik yang saat ini terbakar,” ucapnya.

Dijelaskannya, pihaknya belum mengetahui pasti titik kebakaran akan meluas atau tidak. Sebab, tim damkar masih fokus melakukan penanganan di lapangan.

BACA :  Pasar Mentigi Nusa Penida Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung pada 2027

“Jadi, sejak laporan awal diterima, sudah ada dua unit Branwir (Mobil Pemadam) yang dikerahkan ke lokasi, nanti akan bertambah lagi,” bebernya.

Sebagaimana diketahui, TPA Suwung pernah terbakar, pada 13 Oktober 2023. Namun kebakaran itu makin meluas dan berlangsung selama 1 minggu. Bahkan, luas area yang terbakar mencapai 12 hektar.

Akibat proses kebakaran yang cukup lama itu, warga dan pelintas jalan di seputaran TPA mengalami gangguan pernafasan. Proses pemadaman itu dilakukan oleh petugas Pemadam Kebakaran BPBD Kota Denpasar dibantu Pemadam Kebakaran Kabupaten Badung, mobil water canon kepolisian, excavator, loader, dan Tim Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Tak hanya itu, proses pemadaman juga dibantu 2 helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan water bombing dari udara. Total 57 orang dari 10 Kepala Keluarga harus mengungsi di Kantor Lurah Serangan.

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular