Jumat, Juni 14, 2024
BerandaJembranaKios Ludes Terbakar, Pedagang Direlokasi Kedepan Pasar

Kios Ludes Terbakar, Pedagang Direlokasi Kedepan Pasar

JEMBRANA, balipuspanewa.com– Terbakarnya Pasar Adat Lelateng membuat puluhan pedagang kehilangan tempat berjualan dan barang dagangannya. Kebakaran tersebut menghanguskan 20 kios yang didominasi menjual kebutuhan sehari-hari seperti sembako.

Rencananya para pedagang untuk sementara akan direlokasi ke depan Pasar Adat Lelateng sampai kios selesai direnovasi kembali.

Bendesa Adat Lelateng, I Made Samiada saat mendampingi Bupati Jembrana meninjau pasar tersebut, Minggu (5/2/2023) sore mengatakan setelah kejadian ini, pihaknya merencanakan untuk pedagang yang terkena musibah ini akan direlokasi di depan Pasar Adat Lelateng sambil menunggu proses renovasi, namun tetap akan dikomunikasikan dengan para pedagang yang terkena musibah. Kejadian kebakaran yang terjadi saat pasar sudah tutup tersebut bermula sekitar pukul 20.00 Wita yang dilihat oleh warga sekitar.

“Kejadiannya yang saya dengar, informasi berawal dari warga terdekat, melihat asap kecil disalah satu kios. Setelah itu dilaporkan kepada pemilik kios, sampai di lokasi api sudah membesar dan saya diinformasikan oleh warga sekitar bahwa di pasar desa adat ini ada kebakaran. Saya langsung meluncur kesini dan sampai disini sudah ditangani oleh petugas pemadam kebakaran,” tuturnya.

BACA :  Kabupaten Klungkung Naik ke Peringkat Lima di Porjar Bali 2024

Kebakaran segera dapat dipadamkan namun proses pendinginan memakan waktu yang cukup lama.

“Api dapat dipadamkan dalam waktu 30 menit, namun proses pendinginannya sampai jam 3 pagi,” ucapnya.

Terkait kerugian, bendesa yang baru menjabat selama setahun ini menafsirkan mencapai satu miliar rupiah termasuk kerugian dari barang dan bangunan.

“Kerugian saya perkirakan mencapai satu miliar untuk kerugian barang dan bangunan,” jelasnya.

Sementara Bupati Jembrana, I Nengah Tamba yang meninjau pasar pasca kebakaran mengaku kaget, karena kejadian serupa juga pernah terjadi di tahun 2021.

“Kemarin saat saya mendengar berita hampir tidak percaya, karena baru berselang kurang dari dua tahun kebakaran ini terjadi lagi. Musibah ini menjadi pelajaran bagi kita semua, dari sisi elektrikal mungkin atau human erornya, harus kita pahami apa penyebab kebakaran. Ini hal-hal yang perlu kita teliti kedepan,” ungkapnya.

Pihaknya mengungkap pentingnya penataan pasar yang sesuai dengan standar. Selain penataan kios, penataan berbagai fasilitas evakuasi dengan sangat diperlukan ketika terjadi bencananya sehingga meminimalisir kerugian yang terjadi.

BACA :  Polresta Gelar Donor Darah Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-78

“Kita penting sekali merevitalisasi pasar, jangan berpikir revitalisasi pasar itu akan mewah, tidak seperti itu. Yang kita tata agar pasar itu bersih, rapi, higienis dan ada management yang baik,” ujarnya.

Bupati Tamba berharap kejadian serupa tidak terjadi kembali.

“Saya turut prihatin semoga apa yang menjadi peristiwa hari ini tidak akan pernah terulang ke depannya,” pungkasnya.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular