Kisah Pilu di Balik Gelar 2016: Penyelidikan Kematian Pemilik Leicester Dimulai

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Bola, Liga Premier Inggris – Penyelidikan resmi atas kecelakaan helikopter yang merenggut nyawa pemilik Leicester City, Vichai Srivaddhanaprabha, bersama empat orang lainnya pada Oktober 2018, telah dimulai pada hari Senin. Tragedi ini terjadi tak lama setelah helikopter pribadi Vichai lepas landas dari Stadion King Power usai pertandingan Liga Primer Inggris.

Catherine Mason, pemeriksa mayat yang memimpin jalannya penyelidikan di Balai Kota Leicester, menekankan bahwa proses ini bertujuan untuk mengungkap fakta penyebab kematian, tanpa menempatkan tanggung jawab pidana atau perdata kepada siapa pun. “Juri akan mendengar bukti-bukti untuk membuat kesimpulan faktual terkait insiden ini,” jelas Mason.

Dalam penghormatan emosional yang dibacakan di pengadilan, keluarga Vichai mengenang almarhum sebagai seorang visioner yang peduli dan memiliki dampak besar bagi klub serta komunitas Leicester. “Khun Vichai adalah sosok dengan hati yang besar. Visi dan dedikasinya membantu Leicester meraih gelar Liga Primer 2016, sebuah pencapaian yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya,” ungkap pernyataan keluarga.

BACA :  HUT ke-34, Perumda Panca Mahottama Didorong Perkuat Pelayanan Air Minum

Keluarga juga mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam sejak kematiannya. “Rasa sakit akibat kepergiannya terus kami rasakan setiap hari,” tambah mereka.

Di sisi lain, keluarga Srivaddhanaprabha telah mengajukan tuntutan hukum senilai £2,15 miliar terhadap perusahaan pembuat helikopter terkait kecelakaan tersebut. Gugatan ini disebut-sebut sebagai salah satu klaim terbesar dalam sejarah hukum Inggris untuk kasus kecelakaan fatal.

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular