Libur Nataru, Ribuan Wisatawan Padati Monkey Forest Ubud, “Monkey Selfie” Jadi Primadona

- Advertisement -
- Advertisement -

GIANYAR, balipuspanews.com — Objek wisata Mandala Suci Wenara Wana atau Monkey Forest Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, dipadati ribuan wisatawan saat Hari Raya Natal, Kamis (25/12/2025). Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dimanfaatkan pengunjung untuk menikmati keasrian hutan lindung sekaligus berinteraksi dengan kawanan kera ekor panjang.

Berdasarkan pantauan di lokasi, antusiasme wisatawan terlihat tinggi sejak siang hari. Pengunjung didominasi wisatawan domestik serta turis asal Eropa yang tampak menikmati suasana hutan yang rindang sambil mengabadikan momen bersama keluarga.

General Manager Objek Wisata Monkey Forest Ubud, Anak Agung Bagus Bhaskara, mengatakan peningkatan jumlah kunjungan mulai terasa sejak sepekan sebelum Hari Raya Natal.

“Di bulan Desember ini kunjungan mulai meningkat sejak tanggal 20. Rata-rata kunjungan harian berada di angka dua ribuan ke atas,” ujar Bhaskara saat ditemui, Kamis (25/12/2025).

Ia menjelaskan, secara grafik tahunan, kunjungan wisatawan ke Monkey Forest Ubud memang didominasi turis asal Eropa. Namun, pada periode libur akhir tahun seperti Nataru, jumlah wisatawan domestik justru mengalami peningkatan signifikan.

BACA :  Mengakar Budaya, Menjangkau Dunia: Cara SMAN 1 Sukasada Buka Pintu Beasiswa hingga ke China

Selain daya tarik konservasi alam, pengelola juga meluncurkan program aktivitas baru bertajuk Monkey Moment yang menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan.

“Di tahun ini kami meluncurkan program bagaimana tamu bisa berinteraksi dengan monyet secara aman. Kami menyebutnya Monkey Moment, di dalamnya terdapat monkey selfie yang cukup viral,” jelas Bhaskara.

Melalui aktivitas tersebut, wisatawan dapat berfoto bahkan memangku monyet dengan aman karena seluruh proses dilakukan di bawah pengawasan ketat tim pengelola.

Salah satu wisatawan domestik asal Surabaya, Yohan, mengaku sengaja memilih Monkey Forest Ubud sebagai destinasi liburan keluarganya. Menurutnya, Bali masih menjadi pilihan utama liburan akhir tahun karena aksesibilitasnya yang lebih mudah dibandingkan destinasi lain.

“Ingin melihat konservasi hutan dan monyet-monyetnya. Memang hampir setiap tahun ke Bali, ke Seminyak atau Ubud. Kalau ke Bali lebih enak untuk liburan,” ungkap Yohan.

Pihak pengelola memprediksi tren peningkatan kunjungan wisatawan ke Monkey Forest Ubud akan terus berlanjut hingga puncak malam pergantian tahun dan awal Januari 2026 mendatang.

BACA :  ‎KONI Bali Tinjau Kesiapan Venue Porprov XVII di Buleleng, Anggaran Perbaikan Disiapkan Rp28 Miliar

Penulis: Ketut Catur
Editor: Oka Suryawan 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular