Marak Penipuan Hipnotis, Dua Dadong Tertipu Ratusan Juta

Ilustrasi penipuan
Ilustrasi penipuan

DENPASAR, balipuspanews.com – Penipuan dengan modus operandi hipnotis atau gendam menimpa dua perempuan tua (dadong) dengan kerugian ratusan juta rupiah. Peristiwa ini terjadi di dua lokasi berbeda dengan para pelaku diduga orang yang sama.

Kasus pertama dialami dadong berinisial NM,60, yang tinggal di seputaran Jalan Gurita 1 Denpasar, pada Selasa (22/3/2022) pagi. Kasus ini dilaporkan korban ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Denpasar, pada Kamis (24/3/2022).

Dadong itu kena gendam seorang pria yang mengaku bernama Charles Lee asal Malaysia. Pelaku berhasil menguras perhiasan emas dan uang tunai milik korban yang nilai kerugiannya mencapai Rp 400 juta.

Peristiwa hipnotis ini terjadi sekitar pukul 10.30 WITA di kala korban sedang berada di rumah sendirian. Pelaku Charles datang ke rumah korban hendak bertamu dan dilayani oleh korban yang awalnya memang tidak kenal sama sekali.

Baca Juga :  Semarak HUT ke-529 Kota Tabanan, Bupati Sanjaya Buka Pagelaran Seni Budaya Nusantara

Lantaran korban sendirian di rumah, pelaku yang masih diburu Polisi ini berhasil memperdaya dan merayu korban. Pelaku mengaku bisa menukarkan perhiasan emas milik korban dengan uang dollar 2 kali lipat dari harga emas.

“Pelaku mengaku bisa menggandakan perhiasan dengan uang dollar 2 kali lipat dari harga emas,” bisik sumber, pada Kamis (24/3/2022).

Tergiur dengan janji manis pelaku, NM kemudian bersedia menukarkannya. Ia lantas masuk ke kamar dan mengambil sekotak perhiasan berisi emas dan juga uang tunai Rp 30 juta lalu diberikan ke pelaku.

Usai menerima sekotak perhiasan dan uang tunai, pelaku Charles langsung pergi dari rumah korban. Beberapa saat kemudian korban baru tersadar dan kaget merasa dirinya sudah tertipu.

“Korban melaporkan kerugian Rp 400 juta,” ungkap sumber.

Dadong lainnya yang terkena gendam bernama MW,77. Kasus hipnotis ini terjadi di Jalan Bakung Sari, Kuta, pada Rabu (27/10/2021) saat korban sedang berolahraga. Empat pelaku berhasil menggasak uang korban ratusan juta rupiah. Salah satu pelaku mengaku bernama Charles Lee asal Malaysia.

Baca Juga :  Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kunjungi Lapas Kerobokan

“Pelaku mengaku bernama Charles Lee asal Malaysia. Para pelaku ini diduga orang yang sama,” bisik sumber, Kamis (24/3/2022).

Modus para pelaku ini berpura pura akan memberikan sumbangan ke rumah sakit dengan uang Euro. Tapi karena rumah sakit tidak menerima uang Euro, para pelaku berniat menukarkan dengan korban.

Sehingga empat pelaku ini memperdaya korban dengan cara hipnotis. Korban tanpa sadar dibawa ke money changer dan bertransaksi.

“Komplotan ini mengaku Manager Bank Mandiri dan pebisnis Butik. Mereka ini sindikat,” ujar sumber.

Korban kemudian dibawa ke Bank dengan mengendarai mobil pelaku menuju Bank Mandiri di Tuban. Di dalam mobil para korban bertanya ke korban berapa uang di tabungan dan dijawab korban Rp 260 juta.

Baca Juga :  Polantas Polres Badung Sambangi Sekolah Edukasi Tertib Lalu Lintas

Selanjutnya mobil pelaku mengarah ke rumah korban di Kuta untuk mengambil uangnya Rp 260 juta. Korban juga mengambil kartu ATM.

“Korban seperti hilang ingatan ditipu para pelaku,” beber sumber.

Setelah uang korban berpindah tangan, para pelaku kabur. Korban akhirnya sadar dari hipnotis saat ditinggal di Toko buah Bali Jaya. Ia kemudian menghubungi anaknya dan mengaku terkena hipnotis.

“Korban mengecek uang ke ATM BCA dan ternyata Rp 34 juta raib diketahui transaksi di Jalan Gajah Mada. Total kerugian korban mencapai Rp 294 juta dan kasusnya sudah dilaporkan ke Polisi,” terang sumber.

Sementara itu Kasi Humas Polresta Iptu I Kerut Sukadi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan kasus ini masih dalam penyelidikan.

“Iya anggota reskrim masih menyelidiki,” bebernya, Kamis (24/3/2022).

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan