Masyarakat Gelgel Gelar Prosesi Perpisahan Dengan Roh Leluhur Saat Kuningan

- Advertisement -
- Advertisement -

Semarapura,balipuspanews.com- Bali kaya tradisi. Salah satunya adalah budaya Nyaagang yang masih eksis didesa pakraman Gelgel, Klungkung. Tradisi yang bermakna berpulangnya roh leluhur atau pitara ke alam sunya setelah berakhirnya rangkian perayaan galungan yang puncaknya berlangsung saat Kuningan, Sabtu ( 9/6) 2018.

Ritual yang dilaksanakan didepan pintu masuk pekarangan dan areal gang  rumah masing- masing  warga ini dilaksanakan sebelum lewat tengah hari. Jero Mangku Made Mujana panglingsir Pura Dalem Pemuteran Jelantik Kuribatu, desa Tojan menyebutkan, ritual  gelaran wewantenan Nyaagang ini merupakan tradisi yang sudah mendarah daging bagi warga masyarakat Klungkung utamanya warga Banjar Jelantik Kuribatu Desa Tojan  yang berada diwilayah Desa pakraman Gelgel.

Jero Mangku Mujana menegaskan, saat hari panyekeban galungan, warga meyakini kalau Sang Pitara atau roh leluhur turun dari kahyangan dan mengunjungi keluarganya masing- masing untuk bersama – sama merayakan galungan dan kuningan. Sebagai bentuk penghormatan pihak keluarga akan membuat soda atau rayunan untuk menyambut Sang Pitara.

Setelah diyakini bersama- sama merayakan galungan dan kuningan tibalah saat Sang Pitara meninggalkan keluarga menuju alam nirwana. Saat  perpisahan inilah digelar tradisi Nyaagang dimana pihak keluarga memaknai sebagai bekal Sang Pitara menuju alam sunya.

BACA :  Menteri Fadli Zon Resmikan Ruang Pamer Museum Cipta Mahardika Jawa Timur

Hal yang sama dikemukakan oleh Jro Mangku  Nyoman Sumerta. Menurutnya,  tradisi ini memang tidak termuat dicakepan namun sudah menjadi tradisi turun temurun yang sangat kental bagi warga Klungkung maupun warga Desa Pekraman Gelgel.

“ Entah kapan ritual Nyaagang ini dimulai.  Siapapun tidak bisa memastikan secara pastinya karena ini menjadi tradisi warga kita diPekraman Gelgel,”sebutnya.

Lebih jauh demikian Jero Mangku Sumerta,  tradisi “ Nyaagang” ini yang digelar sebelum tengah hari pada Hari Raya Kuningan ini bertepatan dengan Saniscara Kliwon Wuku Kuningan ini merupakan waktu yang tepat untuk mengantar roh leluhur kembali ke Nirwana.

Yang menarik, setelah ritual Nyaagang usai, seluruh keluarga langsung  makan bersama ditempat tersebut sebagai wujud kebersamaan dan kedamaian.

“ Kita berharap Sang Pitare yang akan kembali akan merasakan kedamaian dan kebahagiaan, dimana  semua  keluarga yang ditinggalkan ke alam nirwana sudah dilihat dalam keadaan rukun rukun dan bahagia,” pungkasnya. (roni/sur)

 

 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular