Beranda Lifestyle Inspirasi Mata Air "Keramat" Telaga Tawang Dilirik Wisatawan Spiritual

Mata Air “Keramat” Telaga Tawang Dilirik Wisatawan Spiritual

Karangasem, balipuspanews.com – Dua mata air keramat yakni keruh dan jernih yang merupakan peninggalan Ide Bhetara Manik Angkeran saat perang melawan Ide Pandhita Sakti Telaga, kini juga mulai digarap menjadi wisata tirta dalam tagline “Karangasem The Spirit of Bali” cetusan Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri.

Saat ini dua mata air keramat  berada dilembah sungai taman oleh masyarakat menyebutnya Pura Taman Telaga Tawang yang  terletak di Dusun Banyu Campah, Desa Telaga Tawang, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem.

Keberadaan dua mata air yang masih sangat bersih dan jernih menjadikan suasana dipura tersebut terasa hening dan damai, ini merupakan tempat yang tepat bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang senang berwisata spiritual.

“Tabe pakulun titiyang nenten purun amade made ring ide atau maaf saya tidak berani mengada ada tentang beliau,” kata Gusti Mangku Rai atau dikenal juga Gusti Mangku Taman sebelum memaparkan sejarah keberadaan Pura Taman Telaga Tawang tersebut, Rabu (26/4)

Dikisahkan dari “pacentokan” (bertanding mengadu kesaktian “kawisesan”) antara Ide Betara Manik Angkeran dengan Ide Pandita Sakti Telaga, dimana keduanya memiliki kedigjayaan sangat ditakuti oleh para lawanya saat itu, menyadari hal itu Ide Panditha Sakti Telaga meminta kebenaran dan bukti dengan menguji Ide Bhetara Manik Angkeran untuk membuktikan kesaktiannya yang katanya “Warih” atau Kencing dari Ide Betare Manik Angkeran bisa membakar rumput yang terkena “Warih” Nya.

Tantangan Ide Pandhita Sakti Telaga menyulut emosi Ide Betara Manik Angkeran sehinga disepakatilah oleh Ide Betara Manik Angkeran turun dari Pura Besakih untuk membuktikan kesaktian “kawisesan” beliau dengan memgambil lokasi di desa Telaga Tawang tepatnya di pura Taman sekarang.

Gusti Mangku terdiam sejenak memejamkan matanya seakan merasakan sesuatu pada dirinya dengan mencakupkan tanganya seraya kembali memohon ijin untuk menceritakan sejarah dari Pura Taman tersebut baru kemudian Gusti Mangku melajutkan ceritanya.

Setelah disambut kedatangannya Ida Betara Manik Angkeran oleh Ide Pandhita Sakti Telaga maka dimintalah Ide Betara Manik Angkeran untuk membuktikan kesaktianya “Kawisesan” beliau dan mempersilahkan beliau untuk “mewarih” atau Kencing diatas rumput.

“Apabila benar setelah kencing rumput tersebut terbakar maka Ida Pandhita Sakti akan hormat terhadap beliau karena sesungguhnya Ide Pandhita Sakti Telaga juga memiliki kesaktian seperti itu,” tutur Pemangku Taman.

Maka mulailah Ide Betara Manik Angkeran “Mewarih” kencing diatas rerumputan, akan tetapi rumput yang dikencingi tersebut tidak terbukti terbakar atau hangus, sehingga Ide Pandhita Sakti Telaga mengejek “campah” dengan Ide Betara Manik Angkeran.

Inilah cikal bakal dari nama banjar Banyu Campah, Banyu artinya air yang sejatinya adalah air Kencingnya Ide Betara Manik Angkeran, sedangkan Campah berarti ketidak percayaan Ide Pandhita Sakti Telaga karena Kencingya Ida Betara Manik Angkeran tidak bisa menghanguskan rumput.

Atas kekalahan tersebut Ide Betara Manik Angkeran akhirnya menggunakan kesaktianya dengan menciptakan dua buah sumber mata air yang Keruh dan Bening atau yang lebih dikenal “Dua Bulakan Air yang diminta untuk tidak ada yang mengetahuinya.

Gusti Mangku Rai juga menjelaskan bahwa Kedua “Bulakan” atau mata air tersebut memiliki fungsi yang berbeda, Adapun fungsi dari dua bulakan air atau mata air tersebut adalah untuk Bulakan Air yang keruh untuk melukat atau pelukatan pembersihan, sedangkan bulakan air yang Jernih atau bening adalah untuk Tirta saat dilaksanakan upacara dan lain-lain.

Saat ini keberadaan Pura sudah begitu megah setelah dilakukan penataan pada tahun 1995, sehingga masyarakat yang hendak melukat bisa datang dengan nyaman.

“Kedepan diharapkan keberadaan dari Wisata Tirta ini bisa dikenal oleh semua orang dan bisa memberikan kontribusi ke Pemda Karangasem khususnya dalam meningkatkan PAD ,” kata Camat Sidemen A.A.Made Agung Surya Jaya,S.Sos

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Harap Bisa Atasi Permasalahan Air, Gubernur Prioritaskan Pembangunan Bendungan Tamblang

BULELENG, balipuspanews.com - Pembangunan Bendungan Tamblang sudah diresmikan, pada Rabu (12/8/2020), oleh Gubernur Bali I Wayan Koster. Pembangunan Bendungan ini diharapkan bisa mengatasi permasalahan...

Resmi Ditahan, Jrx : Semoga Tidak Ada Lagi Ibu-Ibu Menjadi Korban Rapid Test

DENPASAR, balipuspanews.com - Jrx Superman Is Dead (SID) kembali diperiksa oleh Penyidik Direktorat Kriminal Khusus Polda Bali, pada Rabu, 12 Agustus 2020.Jrx SID diperiksa...

Jerinx SID Resmi Tersangka, Langsung Dijebloskan ke Rutan Polda Bali 

DENPASAR, balipuspanews.com - Setelah dipanggil dan diperiksa sebagai saksi terlapor terkait kasus dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI)...

Budaya Bali, Kunci Pengembangan Pariwisata Medis

DENPASAR, balipuspanews.com - Wacana pariwisata medis bergulir sejak sepuluh tahun lalu di Bali dan berkembang secara alamiah. Kini dengan hadirnya Indonesia Medical Tourism Board...

Recent Comments

Facebook Comments