Terminal BBM Ampenan, Mataram, NTB
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Nusa Tenggara Barat memiliki terminal permanent untuk menampung stok Bahan Bakar Minyak ( BBM) diwilayahnya . Terminal tersebut berlokasi dikecamatan Ampenan, Mataram. Seperti apa?

Oka Suryawan, Mataram

Trik matahari sedikit menyengat ketika Balipuspanews.com dan rombongan memasuki terminal  BBM Ampenan, Jumat ( 13/7) siang. Beberapa larangan bagi pengunjung tertulis jelas diareal terminal terbesar di NTB itu. Larangan tersebut meminta pengunjung tidak membawa korek api saat berkunjung  hingga larangan membawa ponsel.

“  Ini untuk menjaga keamanan dan kenyamanan,” kata Supriyono salah satu karyawan.

Setelah diterima oleh kepala operasional TBBM  Ampenan, La  Imbo dan staf manajemen, rombongan media diajak keliling terminal. Namun, peserta yang diajak keliling dibatasi jumlahnya.

“  Silahkan gunakan pengaman sebelum ke lokasi,” kata salah satu staf.

Selanjutnya, para awak media mengunakan sepatu, helm hingga rompi  sesuai standar pengamanan yang diterapkan manajemen. Rombongan juga dilarang mengambil gambar. Hanya beberapa kamera yang diisi tanda khusus diperbolehkan mengabadikan berbagai fasilitas dan kegiatan yang berlangsung.

Baca Juga: Pantai Goa Lawah Dijadikan Destinasi Andalan Pariwisata Klungkung

Saat menuju lapangan, ada aturan yang harus ditaati. Seperti berjalan harus mengambil lintasan yang telah ditandai dengan garis khusus. Pengunjung dilarang melawati garis.

“ Ini untuk mengaja keamanan. Disebelah garis khusus yang ruangnya sempit untuk pengunjung. Selebihnya itu jalur truck pengangkut tangki BBM,” sebut Supriyono.

Untuk menampung stok BBM diwilayah NTB, terminal BBM Ampenan menyediakan lahan seluas kurang lebih empat hektar.

“ Awalnya sekitar 3,6 hektar. Kalau sekarang mungkin hampir 4 hektar,” kata kepala operasional La Imbo.

La Imbo menambahkan, didalam terminal terdapat 16 tangki untuk menampung stok BBM. Cuma, tidak semua dalam kondisi yang utuh. Ada yang sudah tidak berfungsi karena pengroposan.

Untuk mengisi tangki minyak, pengisian dilakukan dari laut melalui sambungan pipa yang didesain khusus.

“ Minyak dipompa dari kapal yang ada di laut untuk mengisi tangki minyak. Jaraknya sekitar 360 meter,” ujar La Imbo.

Dengan jumlah stok dalam tangki demikian La Imbo, stok BBM diwilayah NTB tetap terjamin. Pihak manajemen bahkan sudah membuat analisis persediaan stok dalam beberapa hari jika kiriman minyak dari luar NTB bermasalah.

“ Ini sudah kita antisipasi,” tegas La Imbo.

Untuk menjalankan operasional terminal BBM Ampenan, sedikitnya ada 70 karyawan yang dipekerjakan.

“ Untuk yang tetap hanya 11 orang. Sisanya, bekerja dibawah PT yang berkoordinasi dengan kita,” tambah La Imbo yang pernah bertugas di Bali itu.

Belakangan, pemahaman warga NTB tentang pengunaan bahan bakar pertalite dan pertamax sudah mulai realitis. Ini dibuktikan tingkat pemakaian pertalite dan pertamax terus mengalami peningkatan setiap bulannya.

Pun demikian, jumlah konsumsi premium tetap tertinggi mencapai 100.489 kiloliter. Selanjutnya pertalite sebanyak 35.928 kiloliter disusul pertamax 26.928 kiloliter.

“ Warga sudah bisa membedakan ketika mengunakan premium dengan pertamax misalnya. Buktinya, premium masih ada warga memilih membeli pertamax,” timpal Supriyono. ****

Tinggalkan Komentar...