Menbud Kunker ke Riau dan Jalin Kolaborasi Pemajuan Kebudayaan

- Advertisement -
- Advertisement -

JAKARTA, balipuspanews.com – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Riau, didampingi oleh Gubernur Kepulauan Riau, Anshar Ahmad, sekaligus menjalin kolaborasi dalam rangka pemajuan kebudayaan di Kota Tanjungpinang.

Kunjungan kerja Menbud dimulai dengan menyambangi kantor Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IV, sebagai Unit Pelaksana Teknis di bawah Kementerian Kebudayaan.

Menteri Kebudayaan pada sambutannya menyebutkan bahwa masih banyak potensi Cagar Budaya di Kepulauan Riau, khususnya di Tanjungpinang.

Kepulauan Riau, menurut Menbud juga banyak memiliki titik-titik lokasi Benda Diduga Cagar Budaya di bawah air. Berdasarkan catatan, sekitar 50-60% titik tersebut berada di Kepulauan Riau.

“Ini merupakan potensi Cagar Budaya Bawah air. Kita perlu memikirkan
bagaimana benda-benda Cagar Budaya bawah air ini bisa diselamatkan, juga
kedepannya, dimanfaatkan sebagai pemasukan negara,” kata Menbud.

“Kita sebagai Kementerian baru harus bekerja ekstra. Perlu kerja melebihi panggilan tugas kita. Pekerjaan kita masih banyak, mulai dari hal tangible hingga intangible. Saya kira juga disini banyak sisa dari warisan kerajaan di masa lalu hingga naskah-naskah yang perlu dilestarikan,” ungkap Menbud Fadli Zon di hadapan seluruh pegawai BPK Wilayah IV
yang hadir.

BACA :  Menteri Fadli Zon Resmikan Ruang Pamer Museum Cipta Mahardika Jawa Timur

Lebih lanjut Menbud mengatakan budaya kedepannya menjadi penting dalam pembangunan negaranegara maju, atau yang disebut the power of culture.

Menbud berharap dalam event-event berbasis budaya kita bisa bekerja sama, dan menurutnya harus ada tonggak penting terutama di pulau penyengat, dan tentu perlu promosi yang luas.

Di hadapan Gubernur Kepulauan Riau, Menbud juga menyampaikan pentingnya kegiatan seni dan film. Film menurutnya menjadi corong karena banyak ekspresi seni di dalamnya. Mulai dari tarian, musik, promosi tempat, makanan.

“Kita ingin ke depan membangun ekosistem film. Di Kepulauan Riau saya kira perlu dibuat film, misalnya di Pulau Penyengat tentang Haji Ali Raja dan perlu ada kerjasama dari banyak pihak mulai dari pemerintah, swasta, pelaku budaya baik tradisional maupun kontemporer, hingga pelaku budaya digital,” tutup Fadli Zon.

Penulis/editor: Ivan Iskandaria.

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular