Mengenal Sanggar Seni Pentas Marak Lestari yang Berprestasi Hingga ke Spanyol dan Italia

- Advertisement -
- Advertisement -

BULELENG, balipuspanews.com – Kabupaten Buleleng selain dikenal dengan julukan Kota Pendidikan. Namun tidak banyak yang tau di Kabupaten yang terletak di Bali Utara ini juga banyak memiliki maestro seni yang berani di adu kemanapun termasuk sampai negara eropa seperti Spanyol dan Italia.

Perlu diketahui bersama jika di Kabupaten Buleleng sejak beberapa tahun belakangan banyak sekali sanggar seni dan pagelaran seni yang terus difasilitasi oleh pemerintah maupun pihak swasta bahkan perorangan.

Salah satu contohnya yakni Sanggar Seni Pentas Marak Lestari dari Desa Bubunan, Kecamatan Seririt yang berhasil keluar sebagai juara 1 dalam festival seni di Italia dan Spanyol.

Ketua Sanggar Seni Pentas Marak Lestari Bagus Suteja Yasa menceritakan awal mula berdirinya Sanggar sejak tahun 2010 dan kala itu sudah memiliki 500 anggota dari kalangan anak-anak kelas 2 SD sampai mahasiswa.

Meski begitu dengan upaya yang maksimal akhirnya Sanggar yang masih dibilang baru ini tercatat sudah pernah ikut berpartisipasi pada ajang Pekan Kesenian Bali (PKB) sebanyak 4 kali selama penyelenggaraannya.

BACA :  DPR Desak Bongkar Akar Konflik Agraria, Negara Harus Segera Berbenah

“Ini ke empat kalinya kami pentas di acara ini (PKB). Astungkara untuk tahun ini juga kami ditunjuk lagi untuk membawakan tarian dan tetabuhan khas Buleleng,” ungkap Suteja Yasa.

Dirinya menyebut bahwa untuk PKB tahun ini sanggarnya menampilkan tujuh tarian dan dua tetabuhan khas Buleleng diantaranya Tabuh Lelongoran, Tabuh Kreasi Dor, Tari Kembang Deeng, Tari Palawakya Dauh Njung, Tari Bebek Putih Jambul, Tari Peteng Bulan, Tari Truna Jaya, Tari Magrumbungan dan Tari Sura Wisesa.

Disamping itu, Ia mengatakan sejak berdiri sampai sekarang sederet prestasi pun telah diukir baik tingkat kabupaten, provinsi, nasional bahkan internasional. Seperti Tarian Sura Wisesa ciptaannya dapat juara di ITB Bandung dan sering menjadi pementasan pada saat ada tamu yang hadir di Istana Negara.

Tak hanya itu, untuk prestasi di luar negeri yang pernah diraihnya, diantaranya juara 1 pada Festival International of Art di Spanyol dan Italia. Bahkan dipenutupan PKB pekan depan, pihaknya akan mewakili Kabupaten Buleleng menerima penghargaan Adi Sewaka Nugraha dari Gubernur Bali.

BACA :  Jurnalis Bali Gelar Doa Bersama untuk Lima Wartawan dan Tiga Awak Kapal yang Hilang di Selat Sunda

Meski sudah mendapatkan banyak prestasi Ia mengaku bahwa prestasi yang selama ini diraihnya tidak semata-mata didapatkan dengan mudah. Akan tetapi perlu kerja keras dan disiplin yang melatar belakangi sanggar ini hingga sampai saat ini.

Pihaknya mengajarkan bahwa kedisiplinan tingkat tinggi kepada anak asuhnya mulai dari berpakaian hingga ketepatan waktu saat berlatih adalah salah satu dasar dibalik suksesnya sanggar tersebut.

“Kalau ada anggota kami yang pakaiannya tidak sesuai atau terlambat datang, maka saya akan suruh pulang. Ini adalah sebagai konsekuensi dalam mengejar kesuksesan nanti,” tegasnya.

Namun, yang unik dari sanggar ini yaitu mempunyai komitmen untuk para anak-anak yang mau mendaftar. Disini Tidak ditekankan memiliki kepintaran, yang terpenting mau belajar dan disiplin sudah cukup.

Bahkan melalui sanggar ini banyak generasi muda yang beralih ke kegiatan yang lebih positif, dari semulanya minum-minum, balap liar dan sekarang ini sudah fokus pada kesenian.

Bagus Suteja Yasa berharap melalui sanggar ini generasi muda bisa lebih melestarikan seni dan budaya Bali.

BACA :  HUT ke-34, Perumda Panca Mahottama Didorong Perkuat Pelayanan Air Minum

Selain itu juga memupuk rasa spritual dengan bisa ngayah saat ada upacara piodalan di pura masing-masing lingkungannya melalui lantunan tetabuhan maupun tarian yang sudah dipelajari di sanggar sebelumnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular