JAKARTA, balipuspanews.com – Guru dan keluarga memiliki peran yang sama penting dalam membentuk kualitas generasi masa depan Indonesia. Karena itu, sinergi antara dunia pendidikan dan pembangunan keluarga perlu terus diperkuat untuk menghadapi berbagai tantangan di era digital. Hal tersebut disampaikan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji saat memberikan orasi ilmiah pada Pengambilan Sumpah Profesi Guru Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga yang diikuti 3.167 peserta, dengan 1.766 peserta hadir secara langsung, sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kemendukbangga/BKKBN dan UIN Salatiga, (20/6/2026).
Nota Kesepahaman yang ditandatangani Menteri Wihaji dan Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin tersebut mencakup sinergi pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dalam mendukung program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana. Kerja sama ini diharapkan memperkuat kontribusi perguruan tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung pembangunan keluarga yang berkualitas.
Di hadapan ribuan guru, Menteri Wihaji mengingatkan bahwa perkembangan teknologi tidak boleh menghilangkan peran utama guru dalam membentuk karakter peserta didik.
“Guru adalah arsitek masa depan Indonesia karena bertugas mencerdaskan anak-anak kita. Maka saya titip, mengajarnya pakai hati. Tugas guru tidak hanya transfer of knowledge, tetapi juga transfer of value. Kalau hanya transfer of knowledge, hari ini AI lebih bisa melakukannya,” ujar Wihaji.
Menurut Menteri Wihaji, pendidikan dan keluarga merupakan dua lingkungan utama yang menentukan kualitas generasi. Karena itu, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan yang akan membentuk karakter anak di masa depan.
Ia menambahkan, penguatan delapan fungsi keluarga perlu menjadi perhatian bersama, mulai dari fungsi agama, cinta kasih, perlindungan, hingga pendidikan. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun keluarga yang tangguh sekaligus menyiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin menyambut baik kerja sama yang terjalin dengan Kemendukbangga/BKKBN. Ia menilai kolaborasi tersebut dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas generasi muda.
Dalam kesempatan itu, Zakiyuddin juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Wihaji yang merupakan alumni UIN Salatiga.
“Alumni berjasa datang bertandang, membawa inspirasi bagi negeri. Selamat datang Bapak Menteri tercinta, kebanggaan kampus dan generasi kami,” katanya.
Selain memberikan orasi ilmiah, Menteri Wihaji juga menyerahkan ratusan beasiswa kepada siswa didik melalui peserta sumpah profesi guru dan UIN Salatiga. Melalui sinergi yang terbangun antara perguruan tinggi, tenaga pendidik, dan Kemendukbangga/BKKBN, pembangunan keluarga dan pendidikan diharapkan dapat berjalan beriringan dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara karakter dan nilai-nilai kehidupan.
Penulis/editor: Ivan Iskandaria.




